Umuh Muchtar: Federico Barba Bertahan di Persib Bandung Hingga Akhir Musim

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kabar gembira datang untuk Bobotoh. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar akhirnya memberikan kepastian bahwa bek asal Italia, Federico Barba, akan tetap bertahan bersama Maung Bandung hingga akhir musim 2025/26.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Umuh pada Rabu (21/1/2026). “Barba ya barba, Alhamdulillah tidak jadi, mereka tetap bertahan ada di kita,” ucap Umuh menepis rumor kepergian sang bek.

Pernyataan tegas dari petinggi Persib ini langsung menghilangkan berbagai spekulasi yang sempat beredar seputar masa depan pemain bernomor punggung 93 tersebut di tengah musim.

Rumor Kepergian yang Menghangat

Selama beberapa pekan terakhir, nama Federico Barba menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan Bobotoh. Pemain berusia 32 tahun tersebut santer dirumorkan hengkang karena berbagai alasan, mulai dari masalah adaptasi hingga urusan keluarga. Teka-teki masa depan Barba sempat membuat gelisah suporter Maung Bandung, mengingat kontribusinya yang cukup penting di lini pertahanan. Ditambah lagi, Persib baru saja melepas salah satu pemain asing mereka, Wiliam Marcilio, di jendela transfer paruh musim ini, sehingga kekhawatiran akan kehilangan Barba semakin besar.

Namun manajemen Persib sejak awal berupaya keras mempertahankan sang bek. Keberadaan Barba masih sangat dibutuhkan oleh skuad Maung Bandung, terutama untuk menjaga stabilitas di sektor pertahanan yang menjadi kunci kesuksesan Persib di dua kompetisi, yakni BRI Super League dan AFC Champions League Two.

Baca Juga:

Layvin Kurzawa Segera Merapat ke Bandung, Persib Dapat Suntikan Pemain Baru Standar Eropa

Persib Panaskan Bursa Transfer, Striker Kroasia hingga Kiper Jadi Target

Hanya Ada Satu Tambahan Pemain

Dengan dipastikannya Barba bertahan, Umuh menjelaskan bahwa Persib tidak akan banyak mendatangkan pemain baru di bursa transfer kali ini. “Pemain kemungkinan paling-paling cuma satu, karena Barba masih bertahan di Persib. Pemain baru rencananya asing,” jelasnya.

Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa manajemen Persib menilai komposisi skuad saat ini sudah cukup ideal untuk bersaing merebut gelar juara. Hanya satu slot pemain asing yang akan diisi untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Wiliam Marcilio, dan pemain tersebut juga akan berstatus pemain asing. Nama mantan bek Paris Saint-Germain (PSG) dan Timnas Prancis, Layvin Kurzawa, menjadi salah satu kandidat kuat yang dikaitkan dengan Persib untuk mengisi slot tersebut. Jika benar Kurzawa bergabung, kombinasi pengalaman internasional Barba dan Kurzawa di lini belakang akan semakin memperkuat pertahanan Maung Bandung.

Kontribusi Penting Barba bagi Persib

Sejak bergabung dengan Persib di awal musim 2025/26, Federico Barba telah menunjukkan performa yang konsisten. Pengalaman internasionalnya bermain di berbagai liga Eropa membawa nilai plus bagi Persib, terutama dalam hal membaca permainan dan mengorganisir lini pertahanan. Kemampuannya dalam duel udara, positioning yang baik, dan leadership di lini belakang menjadi aset penting bagi Persib dalam menghadapi lawan. Keputusan Barba untuk bertahan juga menunjukkan komitmennya terhadap Persib. Meski sempat ada rumor tentang tawaran dari klub Italia dan masalah adaptasi, sang pemain akhirnya memilih untuk menyelesaikan kontraknya dan membantu Persib meraih target di musim ini.

Fokus Putaran Kedua BRI Super League

Persib saat ini tengah memuncaki klasemen sementara BRI Super League 2025/26 setelah tampil impresif di putaran pertama. Status sebagai juara paruh musim membuat target Maung Bandung semakin jelas: mempertahankan konsistensi dan meraih gelar juara di akhir musim. Persib dijadwalkan mengawali putaran kedua dengan menghadapi PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada akhir pekan ini. Sebagai pemuncak klasemen, Persib bertekad mempertahankan performa positif mereka dan tidak memberikan kesempatan bagi para pesaing.

Dengan kepastian bertahannya Federico Barba dan rencana mendatangkan satu pemain asing berkualitas untuk mengisi slot, optimisme Bobotoh untuk melihat Persib meraih gelar juara BRI Super League 2025/26 semakin besar. Stabilitas skuad di tengah kompetisi yang ketat menjadi modal penting bagi Maung Bandung dalam mengejar trofi bergengsi tersebut.

Keputusan manajemen untuk mempertahankan Barba juga menunjukkan komitmen mereka dalam membangun tim yang solid dan konsisten, bukan hanya untuk musim ini tetapi juga untuk jangka panjang. Dengan pengalaman dan kualitas yang dimiliki Barba, Persib memiliki modal yang kuat di lini belakang untuk menghadapi berbagai tantangan di sisa musim.

(Magang UIN SGD Bandung/Adit Ramadhan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City