BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Tes pascamusim MotoGP 2025 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, menghadirkan sebuah kejutan besar, Toprak Razgatlioglu langsung tampil cepat, dan Fabio Quartararo menjadi salah satu orang pertama yang menyadari ancaman tersebut.
Pembalap Yamaha itu terang-terangan mengakui bahwa performa debutan Turki tersebut jauh melampaui ekspektasinya. Dalam waktu sehari, Toprak bukan hanya cepat, ia menunjukkan potensi untuk menjadi rival serius sejak musim perdananya di MotoGP 2026.
Di tengah kesibukannya menjajal mesin V4 baru Yamaha, Quartararo belum sempat berbicara langsung dengan Toprak. Namun, ia tak bisa mengabaikan data waktu yang terpampang jelas.
“Saya cukup terkejut dengan betapa cepatnya dia. Saya pikir tahun depan ia akan tampil lebih baik dari yang saya bayangkan,” kata Quartararo.
Toprak membukukan waktu 1:30,667, menempati posisi ke-18 dan hanya tertinggal 1,2 detik dari Raul Fernandez. Untuk ukuran rookie yang baru pertama kali memacu motor MotoGP, hasil itu mengirimkan pesan kuat: Toprak tidak datang untuk belajar saja, ia datang untuk bertarung.
Bahkan lebih menarik, pembalap Pramac itu berada di depan dua rider Yamaha lain, Alex Rins dan Jack Miller.
Dalam 53 lap yang ia jalani, Toprak menunjukkan konsistensi yang langka bagi pembalap baru. Rentang waktunya stabil di 1:30–31, padahal ia hanya mengandalkan satu unit motor, membuatnya harus berhati-hati agar tidak terjatuh.
Kenan Sofuoglu, mentor sekaligus manajer yang mengenal Toprak sejak di WorldSBK, justru yakin muridnya itu belum mengeluarkan gaya aslinya.
“Dia masih hati-hati. Setelah beberapa lap berikutnya, kita akan melihat Toprak yang sebenarnya,” tegas Sofuoglu.
Tim Pramac pun ikut memberikan pujian. Manajer tim, Gino Borsoi, menyebut kemampuan pengereman Toprak luar biasa, bahkan dalam kondisi adaptasi ban dan motor yang sepenuhnya baru.
Baca Juga:
Yamaha Siapkan Toprak Razgatlıoglu untuk MotoGP 2026
Toprak Jajal Ketangguhan Yamaha YZR-M1 di Sirkuit Jerez
Sofuoglu sempat menyiratkan target besar: Toprak harus jadi pembalap Yamaha terbaik musim depan. Pernyataan itu otomatis mengarah pada satu nama: Fabio Quartararo.
Quartararo menyambut positif performa Toprak, tetapi di balik itu, terselip kewaspadaan. Untuk pertama kalinya sejak kepindahan Marc Marquez ke Ducati, Quartararo menghadapi ancaman baru yang datang dari dalam “keluarga” Yamaha.
Meski Toprak menunjukkan potensi besar, baik ia maupun Quartararo menghadapi tantangan yang sama, motor Yamaha V4 masih belum stabil.
Quartararo menyebut ada tiga masalah utama:
-bagian depan kurang stabil,
-tenaga mesin belum cukup,
-dan grip ban masih jauh dari ideal.
“Meskipun kami punya ide untuk memperbaiki, masih banyak kekurangan,” ujar El Diablo.
Artinya, rivalitas Toprak vs Quartararo bukan hanya soal siapa yang lebih cepat, tetapi juga siapa yang lebih jago beradaptasi dengan motor yang masih dalam tahap pembangunan.
Tes Valencia menciptakan narasi baru bagi MotoGP 2026. Toprak Razgatlioglu bukan sekadar rider WorldSBK yang naik kelas. Ia membawa ancaman nyata.
(Budis)











