Tinggalkan OS Android, Huawei Bersiap Gunakan HarmonyOS Next

HarmonyOS Next
HarmonyOS Next.(Ilustrasi: Huawei Central).

Bagikan

JAKARTA,TM.ID: Huawei, raksasa teknologi asal China, saat ini tengah merancang sistem operasi terbaru, HarmonyOS Next, sebagai langkah besar untuk meninggalkan sistem operasi Android dan membangun ekosistem perangkat lunak internal yang mandiri. Keputusan ini diambil dengan menghapus ketergantungan pada aplikasi Android dan perpustakaan Android. Ini menegaskan komitmen Huawei dalam mengembangkan ekosistem perangkat lunak yang lebih independen.

Dirangkum dari berbagai sumber, Huawei bertekad untuk memberikan pengalaman pengguna terbaik dengan HarmonyOS Next, yang menggabungkan estetika visual dari HarmonyOS dengan dukungan eksklusif untuk aplikasi bawaan HarmonyOS. Salah satu poin unggulan dari HarmonyOS Next adalah efisiensi daya baterai yang optimal, memastikan pengguna dapat menikmati perangkat mereka tanpa khawatir tentang konsumsi daya yang berlebihan.

Dalam upayanya meningkatkan keamanan, Huawei memberikan perhatian khusus pada HarmonyOS Next. Meskipun jumlah pengguna sistem operasi ini masih terbatas, Huawei menjamin bahwa keamanan akan menjadi prioritas utama. Langkah ini sejalan dengan tren di mana keamanan semakin menjadi perhatian utama dalam pengembangan teknologi.

Huawei juga sedang gencar merekrut bakat untuk bergabung dalam tim pengembangan HarmonyOS. Profesional berpengalaman dengan setidaknya tiga tahun pengalaman kerja relevan dan gelar sarjana diundang untuk menjadi bagian dari perjalanan ini. Huawei berencana merilis developer preview HarmonyOS Next pada awal 2024, menandai langkah konkrit dalam mewujudkan visi mereka.

BACA JUGA: Huawei MatePad Pro 13.2, Tablet Ramping dengan Layar Luas Refresh Rate 144Hz

Baidu Borong Chip AI Ascend 910B dari Huawei

Perusahaan teknologi China lainnya, Baidu, melakukan langkah menarik dengan memesan 1.600 chip AI Ascend 910B dari Huawei senilai 450 juta yuan. Langkah ini dilakukan karena Baidu mengalami kesulitan mendapatkan pasokan chip AI Nvidia A100 karena tekanan politik dan sanksi perdagangan dari AS.

Huawei, yang telah mengirimkan lebih dari 60 persen pesanan chip kepada Baidu, terus menunjukkan kemampuannya dalam industri chip AI. Meskipun chip Huawei belum mencapai performa yang setara dengan Nvidia, ini mencerminkan kesuksesan dalam menghadapi sanksi yang diimpose oleh AS.

Pada bulan Agustus, Huawei mencuri perhatian dunia dengan peluncuran smartphone baru yang menggunakan prosesor internal, menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan chip meskipun di bawah tekanan sanksi. Unit desain chip internal Huawei, HiSilicon, juga telah memulai pengiriman prosesor buatan China untuk kamera pengawas, menandakan comeback dalam industri chip.

 

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News!
Berita Terkait
Berita Terkini
Pembelian LPG 3 Kg Wajib dengan KTP
Pembelian LPG 3 Kg Wajib dengan KTP Berlaku 1 Juni 2024
Kenaikan UKT Dibatalkan! PTN Harus Kembalikan Kele-Cover
Kenaikan UKT Dibatalkan! PTN Harus Kembalikan Kelebihan Pembayaran
taksi terbang ikn
Taksi Terbang IKN Bakal Uji Coba Langsung di Samarinda
OPPO A18
Perbandingan OPPO A18 dan SAMSUNG Galaxy A05, Cek Dulu!
Iduladha 2024
Tentukan Bulan Zulhijah dan Iduladha 2024, Ini Alur Sidang Isbat Kemenag
Berita Lainnya

1

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

2

Tagar All Eyes on Rafah Trending, Ini Penyebabnya!

3

bank bjb Umumkan Pemenang bjbpreneur 2024 dalam Momen HUT 63

4

Daftar Pajak Kijang Diesel, Semua Tipe Lengkap!

5

Berapa Bayaran Avenged Sevenfold Sekali Manggung?
Headline
Kings Shopping Center Gelar Donor Darah Gratis
Kings Shopping Center Gelar Donor Darah Gratis dan Rutin Selama 3 Bulan Sekali
Bambang Gatot Ariyono
Mantan Dirjen Minerba Bambang Gatot Ariyanto Jadi Tersangka Kasus Korupsi PT Timah
Istri Habib Luthfi
Istri Habib Luthfi Meninggal Dunia
serangan di rafah
Pembantaian di Rafah Tak Hentikan AS Kirim Senjata ke Israel