BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Timnas futsal Indonesia harus puas menjadi runner up setelah kalah tipis 1 – 2 dari Thailand di Final AFF Futsal 2026, Nothaburi Hall, Bangkok, Minggu (12/4/2026) malam hari WIB. Hasil ini cukup disayangkan, apalagi Indonesia sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya kena comeback di babak berikutnya.
Di laga awal, Indonesia tampil cukup percaya diri dan berani menekan. Pola permainan terlihat lebih hidup, beberapa kali peluang tercipta dan sempat membuat Thailand tertekan. Melalui gol Andres Dwi pada menit ke-17, berkat assist dari Adityas Priambudi Wibowo, Indonesia sempat unggul terlebih dahulu. Keunggulan ini sempat membuka harapan untuk bisa maju ke babak selanjutnya.
Masuk ke babak kedua, Thailand mulai bangkit dan tampil lebih tenang. Mereka memanfaatkan celah yang ada dan perlahan bisa menguasai permainan. Di momen krusial, Indonesia terlihat kehilangan fokus, situasi ini yang kemudian dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol balasan hingga akhirnya berbalik unggul dengan skor 2 – 1.
Kekalahan ini sekaligus menambah koleksi gelar Thailand menjadi 17 kali di ajang Kejuaraan ASEAN Futsal, melanjutkan dominasi mereka sejak 2001 hingga terakhir 2022.
Kekalahan ini kemudian memunculkan pembahasan soal arah timnas futsal Indonesia di bawah pelatih Hector. Tim ini memang sedang dalam proses regenerasi, dengan banyaknya pemain muda yang mulai diberi kepercayaan tampil di level internasional.
“Selama dua bulan ke depan, kami akan mencari talenta-talenta muda terbaik dari seluruh negeri.” Ujar Hector, pada caption di akun resmi Instagram pribadinya, Minggu (12/4/2026).
Baca Juga:
Timnas Futsal Indonesia Tantang Jepang di Semifinal Piala Asia 2026
Sepanjang turnamen, performa timnas memang terlihat sedang dalam fase perubahan. Beberapa pemain muda mulai banyak diberi kesempatan tampil, bahkan di laga penting seperti final. Ini jadi bagian dari proses regenerasi yang sedang dibangun, meski hasil akhirnya belum maksimal dan masih keliatan belum stabil juga.
“Terasa seperti masa depan.Terasa seperti Indonesia yang terus berkembang.” ujar Hector.
Respons publik di media sosial juga cukup ramai dan beragam. Dalam kolom komentar, ada yang menilai kualitas pemain timnas sebenarnya sudah merata dan tidak ada perbedaan signifikan antara pemain utama dan cadangan. Namun, ada juga yang menyoroti keputusan wasit yang dianggap lebih menguntungkan Thailand di laga final.
Adapun komentar dari akun @a******n, yaitu “Regenerasi lebih penting daripada sekedar gelar, dengan jam terbang internasional yang makin merata nantinya, persaingan untuk jadi pemain timnas makin kompetitif dan timnas jadi makin kuat, semangat coach thanks udah kasih kepercayaan untuk nama² baru yang ada di timnas, good job.”
Bahkan, tak banyak juga yang mendukung pelatih asal Spanyol tersebut untuk bertahan lebih lama. “Plis kontrak coach Hector seumur hidup,” ungkap salah satu warganet pada akun @u*****_, yang menggambarkan besarnya harapan publik terhadap arah baru timnas futsal Indonesia. Kekalahan ini mungkin jadi catatan, tapi juga bisa jadi titik awal. Regenerasi sudah berjalan, publik mulai melihat proses, walaupun hasil akhirnya belum selalu sesuai harapan.
(Magang Unpas / Putri Diva Cahya Satriani)











