Teror Resesi, Saham Asia Dibuka Melemah

Ilustrasi. (web)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA,TM.ID: Pasar saham Asia terus berjuang membuat kemajuan pada awal perdagangan Kamis (19/1/2023) pagi.

Progres itu dibayangi data konsumen AS yang lemah memicu kekhawatiran resesi dan mendorong investor menuju aset yang aman seperti obligasi.

Sementara, yen Jepang naik karena pasar meragukan komitmen kebijakan bank sentral Jepang (BoJ).

Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang melemah 0,8 persen dan imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun, yang jatuh ketika harga naik, mencapai level terendah sejak September di 3,66 persen.

Sedangkan, Minyak mentah berjangka AS turun 1,0 persen.

Nikkei Jepang juga turun 1,0 persen dan yen naik sekitar 0,4 persen menjadi 128,45 per dolar.

langkah-langkah pelonggaran yang mengikuti spekulasi BoJ tentang pergeseran dan membiarkan pengaturan kebijakan moneter tidak berubah sehari sebelumnya.

BoJ telah mengejar pengaturan kebijakan yang sangat longgar selama beberapa dekade dalam upaya untuk menghasilkan inflasi dan pertumbuhan, tetapi pasar meragukan hal itu dapat mempertahankannya, dan pedagang telah menjual obligasi pemerintah Jepang dan membeli yen untuk bertaruh pada perubahan.

Penurunan Nikkei dan pemantulan yen menunjukkan spekulasi semacam itu akan tetap ada, setidaknya untuk saat ini.

“Ada banyak spekulasi di pasar bahwa pertemuan Januari (BoJ) telah terjadi tanpa ada perubahan… bahwa kita akan melihat sesuatu pada Maret,” kata Shafali Sachdev, kepala valas, pendapatan tetap dan komoditas di Asia di BNP Paribas Wealth Management di Singapura.

April adalah kemungkinan lain, tambahnya, karena pada saat itu BoJ akan memiliki gubernur baru.
“Dugaan saya adalah lebih banyak spekulan akan mencari untuk membangun posisi menuju pertemuan ini.”

Obligasi pemerintah Jepang sepuluh tahun, fokus tantangan pasar terhadap BoJ karena target imbal hasil nol dan batas 0,5 poin persentase pada pergerakan naiknya, menghasilkan 0,415 persen.

Semalam, S&P 500 kehilangan 1,6 persen setelah data menunjukkan output manufaktur AS merosot bulan lalu dan penjualan ritel turun paling dalam setahun.

S&P 500 berjangka turun 0,2 persen di Asia dan hampir menembus di bawah rata-rata pergerakan 50 hari.

“Penurunan belanja ritel dan produksi industri menambah tema perlambatan ekonomi dan menuju resesi pada 2023, dan mendorong kembali narasi soft landing yang mendominasi pasar sejak Januari,” kata kepala ekonomi pasar National Australia Bank, Tapas Strickland.

Pengumuman Microsoft tentang PHK 10.000 dan komentar hawkish dari Presiden Fed Cleveland Loretta Mester dan Presiden Fed St. Louis James Bullard menambah kesuraman, dengan kedua pejabat Fed memperkirakan suku bunga AS di atas 5,0 persen tahun ini.

Dolar memulihkan kerugian perdagangan London di sesi New York dan membuat keuntungan di Asia. Dolar Australia terakhir turun 0,5 persen pada 0,6907 dolar AS, melemah setelah data menunjukkan penurunan tak terduga dalam pekerjaan Australia bulan lalu.

Euro berada di bawah tekanan lembut di 1,1078 dolar dan dolar Selandia Baru terhuyung sedikit lebih rendah di tengah berita pengunduran diri Perdana Menteri Jacinda Ardern yang mengejutkan.

Risalah dari pertemuan Bank Sentral Eropa bulan lalu dijadwalkan pada Kamis, seperti juga penampilan dari Presiden ECB Christine Lagarde di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun