BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak merupakan sosok yang dikenal meledak-ledak saat mendampingi timnya di pinggir lapangan. Ada banyak protes yang Bojan Hodak layangkan kepada wasit di setiap pertandingan.
Untuk mendeteksi ledakan emosionalnya, mungkin Bobotoh yang biasa duduk di Tribun Barat sudah bisa melihatnya. Pasalnya ada perubahan warna kulit kepala dari Bojan menjadi lebih memerah.
Perubahan ini sempat dikhwatirkan Bobotoh akan kesehatan dari Bojan. Apalagi tugasnya sebagai pelatih di tim besar sangatlah berat, apalagi selalu ada tekanan di setiap pertandingannya.
Bojan pun menanggapi soal hal tersebut. Ia mengatakan bahwa kondisi kebugarannya tetap terjaga karena selalu berkonsultasi dengan dokter andalannya dan rutin mengonsumsi obat untuk mengatur tekanan darahnya.
“Saya punya dokter yang bagus, saya meminum pil setiap hari untuk mengatur tekanan darah saya. Ini karena apa yang diberikan oleh para pemain saya, sepanjang hidup saya, tapi ini normal,” buka Bojan kepada awak media.
Kata Bojan, protes itu dilakukannya sebagai bentuk menjaga keadilan atas jalannya pertandingan. Sehingga sebagai pelatih, ia pun akan berusaha penuh untuk melindungi para pemainnya dari keputusan-keputusan keliru dari wasit.
“Lihat, terkadang jika saya merasa wasit salah, maka dia salah, saya yang benar. Tapi jika saya sadar dia benar, di akhir pertandingan saya tetap akan menjabat tangannya, tidak ada masalah,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Jajaran Persib Bandung Ajak Bobotoh Lapor SPT Tahunan
Ia pun menambahkan, protes merupakan bentuk komunikasinya dengan wasit dan itu sangatlah normal. Ia pun tak bermaksud untuk menciptakan konflik berkepanjangan dengan sang pengadil, terlebuh ia pun tetap menaruh hormat atas keputusan wasit yang bersifat mutlak.
“Pada akhirnya, kami saling menghormati. Jika saya yakin saya benar dalam suatu hal, saya akan membela tim saya. Ini bukan soal mengeluh, ini tim saya, jadi ini adalah tanggung jawab saya untuk melindungi tim saya.” tutupnya.
(RF/Usk)