Tekan Kekerasan di Sekolah, Pemkot Bandung Luncurkan Program Zero Bullying untuk SD dan SMP

Program Zero Bullying Bandung
Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati. (Kyy/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat upaya perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Pemkot Bandung meluncurkan program Zero Bullying sebagai langkah konkret menekan angka kekerasan di sekolah.

Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati, mengungkapkan kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan masih menjadi perhatian serius. Dari seluruh kasus kekerasan yang terjadi di Kota Bandung, sekitar 10 persen di antaranya terjadi di satuan pendidikan.

“Mayoritas kekerasan yang terjadi adalah psikis, kemudian juga fisik dan seksual. Ada juga kasus penelantaran. Tapi kalau di satuan pendidikan, mayoritas memang psikis, meskipun ada beberapa kasus seksual,” kata Uum Sumiati, Jumat (10/10/2025).

Menurutnya, deklarasi sekolah ramah anak ini bertujuan bukan hanya untuk menekan angka kekerasan tetapi juga memastikan penanganan kasus berjalan dengan baik agar hak anak tetap terlindungi.

Baca Juga:

DP3A Bandung Libatkan Sekolah hingga Posyandu untuk Cegah Bunuh Diri dan Kekerasan Anak

Kasus Kekerasan di SMP Mardi Waluya Cibinong Viral, Selebgram Forendelba Soroti Penanganan Sekolah

“Tujuan akhirnya memang untuk menekan kasus kekerasan terhadap anak tapi bukan berarti kalau masih ada kasus lalu dianggap gagal. Yang paling penting adalah kasusnya bisa ditangani dengan baik sehingga hak anak tidak terputus,” ucapnya.

Uum menjelaskan, mekanisme penanganan kekerasan di satuan pendidikan mengacu pada Permendikbud. Jika kasus terjadi di lingkungan sekolah, maka Satgas Perlindungan Anak di sekolah menjadi pihak pertama yang menangani.

“Kalau kejadiannya di luar sekolah bisa dilaporkan ke kami. Jika Satgas tidak bisa menyelesaikan, baru naik ke kami dan apabila sampai ke ranah hukum, DP3A akan mendampingi korban,” ujarnya.

Tahun ini, DP3A Bandung memfokuskan program Zero Bullying di 64 sekolah, terdiri dari 50 sekolah menengah pertama (SMP) dan 14 sekolah dasar (SD). Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif tahun sebelumnya yang sudah mulai diterapkan di jenjang SMP.

“Insyaallah dilakukan bertahap karena banyak komponen yang harus diperkuat. Tahun kemarin kita mulai dengan SMP, tahun ini berlanjut ke SD,” ungkapnya.

Uum juga menambahkan, penguatan yang dilakukan melibatkan enam komponen besar mulai dari peningkatan kapasitas guru, pembentukan Satgas, hingga penyediaan layanan konseling yang ramah anak.

“Karena kekerasan itu bukan masalah tunggal, tapi bagian dari persoalan yang lebih luas. Maka pencegahannya juga harus menyeluruh,” pungkasnya.

(Kyy/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City