Tanpa Marc Marquez, Dominasi Ducati Runtuh di Australia, Aprilia Makin Beringas

Marc Marquez (Foto: dok. MotoGP)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Absennya Marc Marquez di MotoGP Australia 2025 seakan membuka mata dunia bahwa kejayaan Ducati ternyata rapuh tanpa sang ikon baru mereka. Di tengah euforia gelar dunia yang baru saja diraih di Mandalika, tim pabrikan Italia itu justru tampil seperti kehilangan arah ketika sang juara tak berada di lintasan.

Phillip Island menjadi saksi runtuhnya dominasi merah. Untuk pertama kalinya musim ini, tak satu pun pembalap Ducati tampil di podium utama. Justru Aprilia tampil menggila lewat kemenangan Raul Fernandez dan podium Marco Bezzecchi, menegaskan bahwa era dominasi mutlak Ducati mulai diguncang.

Sementara itu, Francesco Bagnaia yang seharusnya menjadi tumpuan utama Ducati saat Marquez cedera bahu gagal menampilkan performa kompetitif. Motor Desmosedici GP25 miliknya terasa tak stabil, sulit dikendalikan, dan kehilangan grip.

Pada Sprint Race, Bagnaia finis di posisi ke-19 dengan pace lebih lambat 2,5 detik dari Bezzecchi. Di balapan utama, ia sempat masuk 10 besar sebelum terjatuh di lap ke-24, tertinggal 0,4 detik per lap dari Fabio Di Giannantonio.

Padahal, secara teknis, GP25 miliknya masih menggunakan spesifikasi identik dengan motor yang membawanya menang di Motegi. Di balik layar, isu soal uji coba Misano yang tak terbuka ke publik semakin memperkeruh suasana. Banyak yang menilai Ducati sedang menutup-nutupi krisis performa pasca Jepang.

Baca Juga:

Dominasi Ducati di Mugello, Marc Marquez Kian Tak Terbendung

Ketika Marquez tampil, Ducati terlihat tak tersentuh. Namun tanpa dirinya, performa pabrikan Bologna itu tampak biasa saja bahkan inferior dibanding rival. Fakta ini tak hanya memperlihatkan betapa besar peran Marquez sebagai pembalap, tetapi juga sebagai pusat gravitasi dalam proyek Ducati saat ini.

Sumber dari paddock menyebut, manajemen Ducati kini menyadari bahwa keberadaan Marquez lebih dari sekadar soal kecepatan di lintasan, ini soal kepemimpinan dan arah teknis tim.

Kontrak Marquez yang berakhir pada akhir 2026 pun kini menjadi perhatian serius. Dengan performa tim yang anjlok tanpa dirinya, posisi tawar Marquez menuju kontrak 2027 kian menguat.

Sementara Aprilia menari di atas kehancuran Ducati, pabrikan merah kini dihadapkan pada kenyataan pahit, tanpa Marquez, dominasi mereka runtuh.

Tantangan terbesar Ducati bukan lagi rival di lintasan, melainkan bagaimana mempertahankan pria yang telah mengubah wajah tim, Marc Marquez agar tetap di garasi merah.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City