BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Di tengah perebutan gelar dunia yang semakin ketat, Max Verstappen menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya cepat di lintasan, tetapi juga kuat secara mental. Meski peluang juara melemah setelah GP Las Vegas, sang bintang Red Bull menegaskan ia tak akan larut dalam kekecewaan jika akhirnya gagal mempertahankan mahkota dunia.
Verstappen kini tertinggal 24 poin dengan hanya dua seri tersisa, termasuk satu sprint race di Qatar. Kombinasi upgrade lawan, inkonsistensi Red Bull di pertengahan musim, dan beberapa hasil kurang beruntung membuat posisinya makin sulit. Namun justru di tengah tekanan besar itulah ketenangan Verstappen terlihat jelas.
“Kalau saya gagal juara? Saya tidak akan menangis. Saya tetap pergi liburan,” katanya, dikutip dari laman formula1, Kamis (27/11/2025).
Pernyataan itu hadir di saat rumor transfer yang sempat mengguncang paddock, khususnya spekulasi Mercedes yang berupaya membajak Verstappen dari Red Bull resmi meredup.
Baca Juga:
Strategi Jitu McLaren Bikin Max Verstappen Tak Berkutik di GP Meksiko
Ketika Toto Wolff sempat mengaku “pintu selalu terbuka”, Verstappen justru menunjukkan loyalitas dan ketenangan yang membuat harapan Mercedes perlahan pupus. Sikap santai dan fokus Verstappen pada proyek Red Bull seakan menutup peluang kepindahan apa pun.
Meski musim terasa naik-turun, Verstappen menilai Red Bull sudah kembali menemukan ritme yang hilang.
Ia menyoroti bagaimana upgrade bagian bawah mobil serta perubahan metode kerja di bawah manajemen teknis baru membuat performa kembali stabil.
“Selama delapan balapan terakhir kami selalu podium. Itu jauh lebih konsisten dibanding periode sulit 2024–2025,” jelasnya.
Ia juga tak menampik bahwa jarak poin mengecil karena serangkaian kesalahan dari rival, terutama duo McLaren: Lando Norris dan Oscar Piastri.
“Ketika segalanya berjalan tepat, Anda bisa memangkas selisih dengan cepat,” ujar Verstappen, seraya mengakui bahwa mustahil meraih hasil sempurna di setiap trek.
Apa pun hasil akhirnya, Verstappen menolak tenggelam dalam tekanan. Tak seperti rumor yang menyebut ia frustrasi, Verstappen justru ingin menjaga perspektif.
“Saya cukup pandai melepaskan semuanya. Tidak ada gunanya larut dalam itu,” tukasnya.










