BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak lagi cukup hanya mengandalkan kualitas produk. Konsumen saat ini dihadapkan pada banyak pilihan, sehingga merek yang mudah diingat memiliki peluang lebih besar untuk dipilih. Salah satu cara membangun ingatan tersebut adalah melalui tagline.
Tagline merupakan kalimat singkat yang merepresentasikan identitas dan janji sebuah merek kepada konsumen. Meski hanya terdiri atas beberapa kata, tagline memiliki peran penting dalam membangun brand awareness atau kesadaran merek.
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI), Zulfanida Nurul Sadiyyah, M.I.Kom., menjelaskan bahwa tagline berfungsi sebagai pesan utama yang ingin ditanamkan sebuah usaha kepada pelanggannya.
“Tagline bukan hanya slogan yang menarik. Tagline adalah identitas komunikasi merek yang membantu konsumen mengenali, mengingat, dan membedakan suatu produk dengan produk lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, tagline yang efektif umumnya memiliki karakteristik singkat, mudah diingat, memiliki keterikatan emosional dengan produk, serta mencerminkan keunggulan usaha.
Sebagai contoh, pelaku usaha kuliner dapat menonjolkan cita rasa, kehangatan keluarga, atau pengalaman menikmati produk. Sementara usaha jasa dapat mengangkat aspek kecepatan, kepercayaan, atau kualitas layanan sebagai pesan utama merek.
“Banyak UMKM memiliki produk yang baik, tetapi belum memiliki identitas merek yang kuat. Padahal, sering kali konsumen membeli bukan hanya karena produk, tetapi juga karena merek yang melekat di ingatan mereka,” kata Zulfanida.
Hal senada disampaikan dosen UNIBI, M. Irfan Maulana, M.I.Kom. Menurutnya, tagline menjadi salah satu aset komunikasi yang dapat digunakan secara konsisten di berbagai media, mulai dari kemasan, media sosial, hingga materi promosi.
“Ketika tagline digunakan secara konsisten, konsumen akan lebih mudah mengasosiasikan pesan tertentu dengan sebuah merek. Di situlah brand awareness terbentuk,” tuturnya.
Dalam praktiknya, penyusunan tagline dapat dimulai dengan mengidentifikasi keunggulan usaha, menentukan kata kunci yang mewakili karakter produk, lalu merangkainya menjadi kalimat singkat yang mudah diingat.
Bagi UMKM, membangun merek memang membutuhkan waktu. Namun, sebuah tagline yang tepat dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan identitas yang kuat dan bertahan lama di benak konsumen. Sebab dalam dunia pemasaran, terkadang beberapa kata sederhana mampu meninggalkan kesan yang jauh lebih panjang.











