BANDUNG,TEROPONGMEDIAID – Timnas Swedia menatap babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan optimisme meski harus berhadapan dengan salah satu kandidat juara, Prancis. Asisten pelatih Sebastian Larsson menegaskan Blågult tetap percaya diri untuk memberikan perlawanan sengit dan membuka peluang menciptakan kejutan.
Swedia akan menghadapi Les Bleus pada Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB dalam laga hidup-mati yang diprediksi menjadi ujian terberat mereka sejauh ini di turnamen.
Perjalanan Swedia menuju fase gugur tidak diraih dengan mudah. Mereka bahkan harus melalui jalur playoff setelah gagal tampil meyakinkan pada fase kualifikasi. Di putaran final, Swedia mengawali kiprahnya dengan kemenangan telak 5-1 atas Tunisia, kemudian menelan kekalahan 1-5 dari Belanda sebelum memastikan tiket ke babak 32 besar usai bermain imbang 1-1 melawan Jepang.
Kini, tantangan yang lebih besar sudah menanti. Prancis datang dengan modal sempurna setelah menutup fase grup lewat kemenangan 4-1 atas Norwegia dan diperkuat sederet pemain bintang seperti Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele.
Larsson mengakui kualitas lawan yang akan dihadapi sangat tinggi. Namun, hal itu tidak mengurangi keyakinannya terhadap peluang Swedia.
“Saya rasa saya tidak perlu banyak berbicara tentang Prancis. Mereka memiliki beberapa pemain dengan kualitas yang sangat tinggi. Kami akan menghadapi tantangan besar, tetapi kami sangat menantikan pertandingan ini,” ujar Larsson dalam konferensi pers.
Mantan gelandang Sunderland tersebut juga mengingatkan bahwa Swedia memiliki sejarah mampu menyulitkan bahkan menyingkirkan tim-tim unggulan pada turnamen besar. Pengalaman itulah yang diyakininya dapat menjadi suntikan kepercayaan diri bagi skuad asuhan Jon Dahl Tomasson.
“Kalau melihat ke belakang, kami pernah menyingkirkan tim-tim yang lebih besar, meski kali ini lawannya adalah Prancis. Itu memberi saya keyakinan, begitu juga mudah-mudahan kepada para pemain.”
Larsson berharap Prancis tidak meremehkan timnya, tetapi ia juga menegaskan bahwa Swedia tetap memiliki sejumlah pemain yang mampu menghadirkan perbedaan di lapangan.
“Saya berharap mereka tidak terlalu bersemangat menghadapi kami. Namun, jika memang demikian, tidak masalah. Saya yakin mereka tetap menghormati kami karena kami masih memiliki pemain-pemain yang mampu memberikan sesuatu yang istimewa.”
Meski demikian, Larsson menyadari bahwa menghadapi tim sekelas Prancis membutuhkan penampilan nyaris sempurna.
“Bagi kami, semuanya harus berjalan sempurna karena itulah yang dibutuhkan.”
Dengan status sebagai underdog, Swedia justru ingin menikmati tantangan tersebut tanpa rasa takut. Larsson memastikan seluruh tim telah siap memberikan kemampuan terbaik demi menjaga mimpi mereka tetap hidup di Piala Dunia 2026.
“Pertandingan ini akan menjadi tantangan yang benar-benar ingin kami hadapi. Kami sangat menantikan laga tersebut,” tutupnya.











