Strategis Menuju Masa Depan Berkelanjutan Dengan Swasembada Energi dan Budaya Ciptagelar

Swasembada energi
Swasembada energi di daerah Ciptagelar (iesr)

Bagikan

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sebanyak 37 proyek strategis ketenagalistrikan yang tersebar di 18 provinsi dengan total kapasitas lebih dari 3,2 Gigawatt (GW) kini telah beroperasi, memberikan swasembada energi akses listrik kepada ratusan ribu rumah dan berkontribusi pada penurunan emisi karbon hingga lebih dari satu juta ton CO2 per tahun.

Pemerintah Indonesia terus mempercepat transisi energi menuju kemandirian berkelanjutan dengan meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT), seperti tenaga air, surya, panas bumi (geotermal), dan angin.

Target bauran energi hijau ditetapkan mencapai 23 persen pada tahun ini. Sejalan dengan ambisi Indonesia untuk mencapai net zero emission pada 2060.

Komitmen Prabowo-Gibran dalam Swasembada Energi

Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming bergerak cepat dalam menjalankan agenda transisi energi.

Dalam momentum 100 hari kerja Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan 37 proyek strategis ketenagalistrikan di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, Sumedang, Jawa Barat pada (20/1/2025).

“Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah dan kemampuan untuk melakukan transformasi energi. Indonesia kini menjadi salah satu negara yang terdepan dalam pengembangan energi terbarukan,” ujar Presiden Prabowo dalam peresmian PLTA lalu.

Ciptagelar Swasembada Energi Berbasis Kearifan Lokal

Salah satu contoh nyata implementasi energi terbarukan di tingkat komunitas adalah Kasepuhan Ciptagelar di Sukabumi, Jawa Barat.

Masyarakat adat ini tidak hanya mempertahankan tradisi leluhur mereka tetapi juga mengadopsi teknologi modern dengan tetap mengandalkan energi ramah lingkungan.

Di Ciptagelar, listrik dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMh) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Empat PLTMh yang dibangun sejak 1997 memanfaatkan aliran Sungai Cisono untuk menghasilkan listrik bagi sekitar 1.500 hingga 1.700 keluarga.

Sementara itu, PLTS digunakan untuk mendukung akses internet dan televisi komunitas mereka, Ciga TV.

“Kami selalu menjaga hutan agar sumber air tetap ada. Ini adalah bagian dari cara hidup kami untuk memastikan kelangsungan energi dan lingkungan,” ujar Yoyo Yogasmana, salah satu tetua adat Ciptagelar mengutip dari iesr.

BACA JUGA: 

Bersih Desa Ruwahan di Beji: Tradisi Syukur dan Kebersamaan yang Terus Dilestarikan

Desa Adat Kasepuhan Ciptagelar, Perpaduan Tradisi dan Teknologi yang Harmonis

Tantangan dan Solusi Swasembada Energi di Indonesia

Meskipun potensi energi terbarukan di Indonesia sangat besar, pemanfaatannya masih tergolong rendah. Saat ini, kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional baru mencapai 12 persen. Jauh di bawah rata-rata negara G20 yang mencapai 25 persen.

Menurut Institute for Essential Services Reform (IESR), percepatan transisi energi membutuhkan pengurangan ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga batu bara serta peningkatan investasi pada energi terbarukan.

Indonesia juga diharapkan dapat menghentikan penggunaan batu bara sepenuhnya pada 2040 untuk tetap berada dalam batas pemanasan global 1,5 derajat Celcius.

Dari sisi kebijakan, pemerintah telah mengeluarkan berbagai regulasi untuk mempercepat adopsi energi hijau. Namun, masih diperlukan langkah konkret seperti pemberian insentif bagi investor energi terbarukan dan penghapusan subsidi bagi bahan bakar fosil agar transisi energi dapat berjalan lebih efektif.

Dengan berbagai inisiatif yang telah dilakukan, Indonesia berada di jalur yang tepat menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam hal pendanaan dan implementasi kebijakan.

Pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan transisi energi berjalan sesuai target.

Komunitas seperti Kasepuhan Ciptagelar menunjukkan bahwa transisi energi bukan sekadar visi global. Tetapi bisa diimplementasikan secara lokal dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan strategi yang tepat, Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam pengelolaan energi terbarukan dan pembangunan berkelanjutan.

 

(Hafidah Rismayanti/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Penyerangan polisi di Tarakan
Buntut Kasus Penyerangan Polres di Tarakan, 20 Oknum TNI Diperiksa
David da Silva Tetap Profesiona
Punya Kenangan Manis Bersama Persebaya, David da Silva Tetap Profesiona
Dimas Drajad Sudah Muncul Dalam Sesi Latihan
Kabar Baik Datang Dari Persib, Dimas Drajad Sudah Muncul Dalam Sesi Latihan
Bapenda Kabupaten Bandung Luncurkan Program Gerebeg Pajak
Dongkrak Pendapatan, Bapenda Kabupaten Bandung Luncurkan Program Gerebeg Pajak
Rachmat Irianto Tetap Tegar
Bojan Hodak Minta Rachmat Irianto Tetap Tegar Atas Kepergian Bejo Sugiantoro
Berita Lainnya

1

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

2

Daftar Pajak Kijang Diesel, Semua Tipe Lengkap!

3

Peluncuran Bank Emas, Prabowo: Pertama dalam Sejarah Bangsa Indonesia

4

Pertamina Bantah Oplos Pertamax, Kejagung: Penyidik Menemukan Tidak Seperti Itu!

5

Kulineran di Bandung? Ini 5 Street Food yang Wajib Kamu Datangi
Headline
BRIN Ikan Buta
BRIN Temukan Spesies Baru, Ikan Buta Tanpa Mata di Perut Bumi Karst Klapanunggal Bogor
Pemkot Bandung Bakal Rubah Langkah Pasar Murah Agar Tepat Sasaran
Pemkot Bandung Bakal Rubah Langkah Pasar Murah Agar Tepat Sasaran
55 Rumah Terdampak Pergerakan Tanah Terjadi di Kampung Margamulya Tasikmalaya
90 Rumah Terdampak Pergerakan Tanah di Kampung Margamulya Tasikmalaya
Pemkot Bandung Bakal Larang Kegiatan Sahur On The Road
Ramadan Nanti, Pemkot Bandung Bakal Larang Kegiatan Sahur On The Road

Dapatkan fitur lebih lengkap di aplikasi Teropong Media.