Sinkhole di Sumbar Bukan Akibat Batu Gamping, Ini Penjelasan Badan Geologi

Sinkhole Sumbar
Sinkhole Sumbar (Foto:Dok,Pemprov Sumbar).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan fenomena amblesan tanah (sinkhole) yang terjadi di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, bukan disebabkan oleh runtuhan batu gamping sebagaimana yang lazim terjadi pada peristiwa sinkhole.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada 4 Januari 2026 dan ditandai dengan terbentuknya lubang berdiameter sekitar 20 meter dan kedalaman mencapai 15 meter di lahan pertanian milik warga.

Hasil kajian tim Badan Geologi menunjukkan amblesan tanah itu merupakan akibat dari proses erosi bawah permukaan yang berlangsung secara bertahap, dikenal sebagai erosi buluh, yakni pengikisan tanah oleh aliran air di dalam lapisan tanah.

“Lokasi kejadian berada pada endapan lapukan batuan vulkanik berupa tuf batu apung, bukan pada batuan gamping yang umumnya menjadi penyebab utama sinkhole,” ujar Lana dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Lapisan batuan tersebut memiliki tekstur halus dan mengandung mineral lempung. Di bagian bawahnya terdapat batuan gamping malihan yang bersifat kedap air, sehingga aliran air tertahan dan perlahan menggerus lapisan tanah di atasnya hingga membentuk rongga.

Baca Juga:

Pulihkan Pertanian Terdampak Banjir Sumbar, Puluhan Miliar Dikucurkan Pemerintah

Selain faktor geologi, curah hujan tinggi di wilayah tersebut, berkisar 2.000 hingga 2.500 milimeter per tahun turut mempercepat proses erosi bawah permukaan yang akhirnya memicu amblesan tanah.

Secara teknis, amblesan diawali dengan munculnya rekahan di permukaan tanah. Rekahan ini kemudian menjadi jalur masuk air hujan, membentuk rongga bawah tanah yang semakin membesar hingga tanah di atasnya runtuh.

Badan Geologi mengingatkan fenomena serupa berpotensi terjadi di lahan pertanian lain yang memiliki kondisi geologi dan tata guna lahan serupa, terutama pada lahan pertanian intensif dengan sistem irigasi yang kurang optimal.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau segera melapor kepada aparat setempat jika menemukan retakan tanah yang semakin melebar, agar dapat dikoordinasikan dengan instansi teknis terkait.

Sebagai langkah mitigasi, Badan Geologi merekomendasikan lubang bekas sinkhole dapat dimanfaatkan sebagai tempat penampungan air, dengan catatan dilengkapi pagar pengaman untuk mencegah risiko kecelakaan.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun