Singgung Nepotisme dan Kegelapan Demokrasi, Berikut Poin-poin Pidato Megawati

Poin-poin Pidato Megawati
Singgung Nepotisme dan Kegelapan Demokrasi, Berikut Poin-poin Pidato Megawati (tangkapan layar Youtube PDI Perjuangan)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA,TM.ID: Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akhirnya angkat suara merespons dinamika politik terkini yang melibatkan Mahkamah Konstitusi (MK).

Mega menyampaikan pikirannya lewat pidato bertajuk ‘Suara Hati Nurani’, Minggu (12/11).

Mega berpidato selama sekitar 10 menit dengan latar belakang bendera merah putih dan patung Themis, dewi Yunani kuno, yang menjadi simbol hukum dan keadilan.

Melansir laman resmi PDI Perjuangan, Presiden ke-5 RI itu menyinggung soal putusan Majelis Kehormatan MK (MKMK) yang menyatakan Ketua MK Anwar Usman melakukan pelanggaran etik berat dalam keputusan perkara 90.

BACA JUGA : Kabar Angin Panasanya Jokowi dan Megawati, Ada Pesan dari Razman Arif Nasution

Putusan itu yang membuat Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bisa maju di Pilpres 2024.

Mega mengaku prihatin dengan pusaran kasus di MK. Ia mengatakan konstitusi mestinya menjadi pranata kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berikut poin-poin penting pidato Megawati.

Putusan MKMK menjadi cahaya terang

Mega menyebut putusan MKMK pada Selasa (7/11) memberikan cahaya terang di tengah kegelapan demokrasi.

Dia menilai putusan MKMK yang menyatakan Anwar Usman melakukan pelanggaran etik berat membuktikan bahwa politik moral masih berdiri kokoh menghadapi rekayasa hukum konstitusi.

Dia mengaku prihatin sebab MK mestinya menjadi pranata sosial dalam hidup bernegara.

Ungkit pembentukan MK

Megawati mengungkit sejarah pembentukan MK di bawah kepemimpinannya. Dia mengaku serius membentuk MK yang kemudian diatur melalui perubahan ketiga UUD 1945 Pasal 7b, Pasal 24 ayat 2; dan Pasal 24c, tentang pembentukan MK.

Menurut Mega, MK harus menjadi lembaga negara yang berwibawa karena memiliki tugas yang berat untuk mengawal konstitusi. Karena tugas itu, dia mengaku tak main-main kala mendirikan MK.

MK simbol perlawanan

Putri Presiden ke-1 RI Sukarno itu menyebut MK juga menjadi simbol perlawanan terhadap penguasa. Menurut dia, MK dibentuk untuk mewakili kehendak masyarakat setelah reformasi.

Megawati mengatakan kehendak masyarakat atas reformasi adalah perlawanan terhadap watak dan kultur pemerintah yang otoriter dan sentralistik. Kultur itulah yang akhirnya melahirkan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Pemilu momentum cari pemimpin terbaik

Megawati menambahkan kasus di MK baru-baru ini menunjukkan bahwa manipulasi hukum kembali terjadi. Menurut dia, kasus di MK disebabkan karena praktik kekuasaan yang abai terhadap moral dan etika.

Namun, Megawati meyakini Indonesia sebagai bangsa pejuang. Dia karena itu meminta masyarakat untuk sama-sama mengawal Pemilu dan Pilpres 2024.

Megawati mengadakan pemilu merupakan momentum untuk mencari pemimpin terbaik.

Megawati mengingatkan agar rekayasa hukum seharusnya tak terjadi lagi. Hukum menurut dia harus menjadi alat untuk menunjukkan kebenaran dan menghadirkan keadilan.

 

(Usamah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian