Sering Merasa Gendut Padahal Berat Badan Normal? Cek Alasannya!

merasa gendut padahal berat badan normal
(pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Banyak orang yang berat badannya normal merasa dirinya gendut. Perasaan ini kadang membingungkan dan bisa membuat tidak tenang setiap kali bercermin.

Ternyata, di balik rasa gemuk yang tak sesuai angka timbangan, terdapat beberapa sebab psikologis dan fisik yang saling terkait. Ini pejelasan alasan kenapa seseorang merasa gendut padahal berat badannya normal.

1. Kesadaran Tubuh Meningkat

Perasaan gemuk sering muncul ketika seseorang menjadi terlalu sadar akan tubuhnya. Hal ini bisa dipicu oleh komentar kecil dari orang lain, pakaian yang terasa agak sempit, atau sekadar pantulan di cermin yang membuat perhatian tertuju pada detail tubuh.

Kondisi ini menciptakan kesan bahwa tubuh membesar, padahal secara nyata tidak ada perubahan signifikan.

Kesadaran tubuh yang meningkat semacam ini banyak dialami mereka yang pernah berjuang dengan gangguan makan, karena tingkat kewaspadaan terhadap bentuk fisik biasanya jauh lebih tinggi daripada orang lain.

2. Kondisi Fisik yang Salah Ditafsirkan

Tubuh sering mengalami sensasi normal seperti perut kembung, retensi cairan, atau rasa penuh setelah makan, melansir The Wave Clinic. Namun, sensasi ini kerap ditafsirkan secara keliru sebagai tanda bahwa tubuh membesar.

Misalnya pada masa PMS, cairan tubuh cenderung tertahan sehingga membuat perut terasa “melebar,” atau setelah menyantap makanan berat, rasa penuh bisa langsung dianggap sebagai pertambahan berat badan.

Padahal kondisi tersebut sifatnya sementara dan tidak benar-benar mencerminkan perubahan pada ukuran tubuh.

3. Emosi Negatif yang Tersalurkan ke Tubuh

Rasa sedih, stres, atau jenuh kadang sulit dipahami dan dikelola, sehingga pikiran mencari cara untuk menyalurkannya.

Dalam situasi ini, tubuh sering dijadikan sasaran, dan ungkapan seperti “saya gemuk” muncul sebagai bentuk representasi dari emosi yang tidak tersampaikan.

Alih-alih memahami akar emosinya, seseorang lebih cepat menempelkan label pada tubuhnya karena lebih konkret dan mudah ditangkap.

Akibatnya, tubuh menjadi semacam cermin emosional yang membuat persepsi “merasa gemuk” semakin kuat.

4. Distorsi Citra Tubuh

Gangguan citra tubuh atau body dysmorphic disorder bisa membuat seseorang terjebak pada pikiran bahwa dirinya memiliki kekurangan fisik, meskipun sebenarnya tidak terlihat oleh orang lain.

Persepsi ini menciptakan distorsi sehingga berat badan yang normal sekalipun tampak berlebihan di mata diri sendiri.

Kondisi ini sering membuat individu terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain, menghindari situasi sosial, atau berulang kali memeriksa tubuh untuk mencari kepastian.

Distorsi ini menjebak pikiran sehingga perasaan gemuk menjadi sulit dilepaskan meski fakta berkata sebaliknya.

5. Standar Tubuh Ideal

Budaya populer dan media sering menggambarkan tubuh ideal sebagai kurus atau langsing berlebihan. Gambaran ini tanpa sadar membentuk standar internal yang tidak realistis bagi banyak orang.

Ketika tubuh nyata sedikit berbeda dari “ideal” tersebut, pikiran bisa segera menyimpulkan bahwa dirinya gemuk. Kondisi ini membuat rasa percaya diri bergantung pada ukuran tubuh, bukan pada kesehatan atau kesejahteraan.

Akibatnya, meski tubuh berada di rentang sehat, tetap saja muncul perasaan tidak puas yang berujung pada kesan “tampak gemuk.”

Baca Juga:

Daftar Sarapan yang Bikin Gemuk!

4 Waktu Ngemil yang Nggak Bakalan Bikin Gendut!

Alasan kenapa merasa gendut padahal berat badan normal bukan hanya soal angka di timbangan, tetapi ada faktor lain terkait kondisi psikologis, fisiologis, dan budaya.

Dengan memahami lima alasan di atas, kamu bisa lebih objektif dalam menilai tubuh sendiri.Semoga informasi ini bermanfaat untukmu!

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun