Sebelum Beli, Simak Kelebihan dan Kekurangan Busi Iridium

kelebihan busi iridium
ilustrasi (iStock)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Busi termasuk  salah satu komponen yang berfungsi vital untuk mesin kendaraan bermotor sebagai sistem pengapaian.

Busi terbagi tiga jenis yang ada di pasaran, yakni iridium, standar (biasa), dan platinum.  Salah satu jenis yang banyak dipilih oleh pemilik mobil yaitu jenis iridium lantaran kelebihan dari fungsi dan materialnya daripada jenis satndar.

Kelebihan dan Kekurangan Busi Iridium

busi iridium biasa (2)
ilustrasi (Unsplash)

Namun, sebaiknya menyimak lebih lengkap sebelum membeli busi iridium dalam bahasan kelebihan dan kekurangannya.

Melansir beberapa sumber, berikut kelebihan dan kekurangannya:

Kelebihan 

  1. Performa Lebih Baik: Busi iridium mampu menghasilkan tenaga yang lebih tinggi dibandingkan busi standar. Ujung elektroda yang terbuat dari iridium dibentuk meruncing untuk menciptakan percikan api yang merata, meningkatkan performa mesin sekitar 1 hingga 3 persen.
  2. Ketahanan Panas dan Anti Karat: Material iridium memiliki ketahanan panas yang sangat baik, dengan titik leleh mencapai 2.000 derajat Celsius. Hal ini membuat busi iridium lebih tahan terhadap panas tinggi dan anti karat, meningkatkan daya tahan dan umur pakai.
  3. Durabilitas Lebih Lama: Busi iridium memiliki durabilitas yang lebih baik dibandingkan busi standar. Interval penggantian bisa mencapai 50 ribu km sekali pada motor dan 10 ribu km sekali pada mobil, menawarkan ketahanan jangka panjang.
  4. Anti Carbon Fouling: Busi iridium mampu membersihkan karbon sendiri saat memercikkan api di ruang pembakaran mesin. Hal ini menjaga kebersihan mesin dan mengurangi pembentukan karbon.
  5. Ramah Lingkungan: Gas buang yang dihasilkan oleh busi iridium lebih ramah lingkungan, memberikan dampak positif terhadap ekosistem.

Kekurangan 

  1. Stabilitas Mesin Stasioner Kurang: Pada penggunaan harian, stabilitas mesin stasioner bisa kurang optimal. Penggunaan busi iridium pada mesin tingkat kompresi rendah juga dapat memperpendek umur busi.
  2. Harga Lebih Mahal: Banderol busi iridium cenderung lebih tinggi dibandingkan busi standar bawaan mobil. Meskipun memiliki performa dan durabilitas lebih baik, harganya bisa menjadi pertimbangan bagi sebagian konsumen.

Penting untuk mempertimbangkan baik kelebihan maupun kekurangan busi iridium sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik kendaraan Anda sebelum membuat keputusan penggantian busi.

 

 

(Saepul/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun