Rekomendasi 7 Jenis Sayuran Pembuang Racun Tubuh

sayuran racun tubuh
Ilustrasi (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sayuran punya banyak manfaat untuk kesehatan, di antaranya mampu membuang racun dalam tubuh secara alami yang dinamakan detoksifikasi.

Detoksifikasi adalah proses membuang toksin atau racun dari dalam tubuh. Tubuh dapat terpapar zat beracun dari makanan, minuman, rokok, atau polusi udara. Jika dibiarkan mengandap, zat beracun tersebut dapat menimbulkan penyakit.

Ini dia 7 sayuran yang bisa membantu Anda mendetoks racun dalam tubuh:

1. Daun ketumbar

Daun ketumbar mengandung vitamin C, kalium, selenium, fosfor, tembaga, dan seng. Bagian daunnya mengandung banyak antioksidan dibandingkan biji. Daun ketumbar bisa mengikat logam-logam beracun seperti merkuri, arsenik, timbal, aluminium, kadmium.

2. Kangkung

Kangkung mengandung serat dan belerang yang membantu detoksifikasi dan menjaga kesehatan hati. Kangkung dapat membantu menghilangkan polutan dari aliran darah.

Kangkung mengandung vitamin A, vitamin C, magnesium, betakaroten, dan folat. Kandungan-kandungan tersebut berperan sebagai antioksidan untuk mengurangi radikal bebas dalam tubuh.

3. Kale

Kale merupakan sayuran hijau yang kaya akan nutrisi dan antioksidan, sehingga sering disebut sebagai “superfood”. Kale mengandung banyak nutrisi, salah satunya nutrisi seperti glucosinolates yang bisa menghilangkan racun dalam tubuh.

4. Brokoli

Brokoli mengandung serat yang dapat membantu mengeluarkan racun dari tubuh melalui pencernaan, antioksidan yang membantu proses detoksifikasi secara menyeluruh dan efektif.

Indole-3-carbinol (I3C) merupakan antioksidan dan stimulator enzim detoksifikasi alami dalam tubuh, sulforaphane yang membantu fase penting dalam proses detoksifikasi alami, fitonutrien yang membantu sistem fungsi organ tubuh berjalan dengan baik dan optimal.

BACA JUGA: 7 Jenis Sayuran Penurun Berat Badan

5. Bayam

Bayam mengandung vitamin A, C, E, dan K, serta flavonoid yang dapat menjaga kolesterol agar tidak mengoksidasi sel. Warna hijau tua pada bayam mengandung klorofil yang membantu usu besar dan hati membuang racun. Bayam jug amerupakan sumber serat yang baik untuk memperlancar pencernaan dan pembuangan racun.

6. Bok choy

Bok choy mengandung vitamin A dan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan untuk melindungi sel-sel tubuh. Bok choy mengandung kalsium dan potasium yang baik untuk ginjal. Bok choy juga mengandung folat dan vitamin B6 yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

7. Seledri

Seledri mengandung vitamin K, C, A, dan mineral seperti folat dan kalium yang bermanfaat untuk membuang racun dalam tubuh dan menjaga keseimbangan nutrisi di tubuh.

 

(Magang UIN SGD/Khansa Az-Zahra-Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City