Rekening Panji Gumilang Diblokir, Bagaimana Nasib Mahad Al Zaytun?

Rekening Panji Gumilang Diblokir, Bagaimana Nasib Mahad Al Zaytun 08-07-2023
Panji Gumilang. (Antara)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud Md, mengungkapkan bahwa Panji Gumilang memiliki 256 rekening dengan enam identitas yang berbeda, antara lain Abu Totok Panji Gumilang dan Abdusalam Panji Gumilang. Hal ini menimbulkan kecurigaan terhadap transaksi-transaksi yang terjadi di ratusan rekening tersebut.

Selain itu, Mahad Al Zaytun hanya memiliki 33 rekening, jauh lebih sedikit ketimbang jumlah rekening Panji Gumilang miliki sebanyak 289 rekening. Temuan ini mengundang kekhawatiran terkait pencucian uang yang dapat merugikan masyarakat.

Tindakan Pemerintah

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mengambil tindakan untuk membekukan rekening Panji Gumilang. Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, menjelaskan bahwa pembekuan rekening ini dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

PPATK juga melakukan pemblokiran terhadap rekening tersebut untuk kepentingan analisis keuangan lebih lanjut guna mengungkap dugaan transaksi mencurigakan yang terjadi. Meskipun proses pemeriksaan masih berlangsung, Ivan menyatakan bahwa transaksi dalam jumlah besar dan masif telah menjadi indikasi yang mencurigakan.

Tuntutan Masyarakat

Polemik yang menimpa Pesantren Al Zaytun menimbulkan kekhawatiran terhadap nasib para santri dan proses pendidikan di lembaga tersebut. Cecep Darmawan yang merupakan Pengamat Kebijakan Pendidikan dari UPI, menyatakan bahwa permasalahan yang terjadi di ponpes Al Zaytun sangat kompleks, meliputi aspek administratif, dugaan ajaran sesat, dan masalah pidana.

Ia menekankan perlunya mencari solusi yang tepat untuk memberikan kepastian bagi para santri dan orang tua mereka. Cecep berpendapat bahwa penanganan kasus mahad Al Zaytun harus dilakukan melalui dialog terbuka antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, ormas Islam, dan pihak terkait guna mencapai solusi terbaik.

Peran Pemerintah

Trubus Rahadiansyah, Pengamat Kebijakan Publik, mendesak pemerintah untuk memberikan pembinaan terhadap Al Zaytun sebagai alternatif dari pembubaran. Ia menyoroti pentingnya peran kementerian agama dan pendidikan dalam melakukan pengawasan dan memberikan hak-hak pendidikan di pondok pesantren tersebut.

Trubus menilai bahwa pembubaran  Al Zaytun akan berdampak pada nasib para santri dan membutuhkan waktu yang panjang untuk adaptasi. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah agar tetap mempertahankan proses belajar-mengajar di pondok pesantren tersebut dengan memperbaiki kurikulum yang ada. Trubus juga menekankan pentingnya memisahkan polemik yang menimpa Pondok Pesantren Al Zaytun dari kasus yang melibatkan Panji Gumilang sebagai pimpinan.

Upaya Pemerintah Daerah dan Nasib Santri

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyampaikan bahwa Kementerian Agama akan mengambil alih proses pembinaan ribuan santri dan pelajar di Al Zaytun. Ia menekankan pentingnya melanjutkan pendidikan para santri dengan pola belajar dan kurikulum yang sesuai. Ridwan Kamil menyadari bahwa ponpes ini telah menyebabkan kegelisahan masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya menjaga kesesuaian dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan berpegang pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dalam menjaga keutuhan umat Islam. Namun, Ridwan Kamil juga menekankan perlunya memperhatikan hak pendidikan para santri yang telah bersekolah di  Al Zaytun.

Upaya Penyelesaian dan Keputusan Akhir

Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, menyampaikan alternatif penyelesaian polemik Al Zaytun dengan melakukan pembinaan daripada pembubaran. Ia menekankan perlunya meluruskan aqidah dan pemahaman yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila serta kesepakatan dalam berbangsa dan bernegera.

Ma’ruf Amin menekankan bahwa penyelesaian kasus tersebut harus melibatkan pembinaan yang baik untuk mengarahkan aqidah dan pemahaman yang benar. Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa proses hukum terhadap Panji Gumilang  sedang berjalan dan tidak boleh didahului.

Ia mendukung tindakan tegas terhadap Pondok Pesantren Al Zaytun apabila terbukti menyebarkan ajaran sesat dan melanggar hukum. Namun, keputusan akhir terkait pembekuan atau pembubaran harus di lakukan setelah kajian yang matang mengingat banyaknya santri yang berada di  Al Zaytun dan aset yang ponpes ini miliki.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026