Reaksi Menteri Bahlil Dihantam Isu Reshuffle Usai Kisruh Gas Elpiji 3 Kg

bahlil reshuffle, nenek meninggal korban elpiji 3 kg
Makam nenek Yonih yang meninggal dunia usai kelelahan mencari gas elpiji 3 kg. (Instagram MuslimFox)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Isu reshuffle kabinet tiba-tiba meledak ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menerapkan kebijakan kontroversial terkait gas elpiji 3 kg.

Praktik di lapangan akibat kebijakan Menteri Bahlil soal pembenahan harga eceran gas elpiji kg tersebut, justru malah menimbulkan kegaduhan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di kalangan masyarakat bawah.

Pada akhirnya, Presiden RI Prabowo Subianto “terpaksa” harus turun tangan dengan menghentikan seketika kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Reshuffle Kabinet Merah Putih

Presiden Prabowo Subianto bicara terbuka soal peluang reshuffle kabinet atau perombakan menteri termasuk pejabat pemerintah pembantu presiden lainnya usai menjalani 100 hari kerja pemerintahan.

Prabowo bahkan menegaskan dirinya tak akan segan menyingkirkan menteri maupun jajaran kabinet yang tidak serius bekerja untuk kepentingan masyarakat.

“Yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat, ya saya akan singkirkan,” tegas Prabowo di Senayan Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Ia mengingatkan bahwa masyarakat menuntut pemerintahan yang bersih. Maka semua pejabat negara betul-betul bekerja untuk kepentingan rakyat.

“Jadi begini, kita ingin rakyat menuntut pemerintah yang bersih dan benar, yang bekerja dengan benar. Jadi saya ingin tegakkan itu. Kepentingan hanya untuk bangsa rakyat, tidak ada kepentingan lain,” tandas Prabowo.

BACA JUGA: 4 Menteri Prabowo yang Layak di-Reshuffle

Menteri Bahlil

Terkait isu reshuffle, Menteri Bahlil yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu menyampaikan sikapnya seusai memimpin Rakernas 2025 Partai Golkar, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (8/2/2025).

Bahlil menyinggung kembali partainya yang merupakan garda terdepan dalam koalisi besar pendukunga kebijakan Pemerintahan Prabowo Subianto.

“Partai Golkar ini kan gudangnya para kader pemimpin bangsa,” ujar Bahlil, mengutip Antara.

Bahlil menegaskan, kebijakan mengangkat dan memberhentikan menteri merupakan hak prerogatif presiden. Dengan demikian Partai Golkar tidak mau mencampuri dan melampaui batas kewenangan itu.

Menurutnya, Partai Golkar memiliki delapan menteri, tiga wakil menteri, dan satu Gubernur Lemhannas, di bawah Kabinet Merah Putih.

“Biarkan, jangan kita mencampuri, mengomentari, apalagi menganalisa berlebihan tentang apa yang menjadi hak prerogatif Bapak Presiden,” katanya.

 

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026