JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Publik masih menyimpan penasaran mengenai sosok yang disebut ‘Bapak J’ yang tercantum dalam daftar kepengurusan DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) periode 2025–2030. Ditambah lagi, Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni juga menyinggung keberadaan sosok Mister R yang dinantikan di wilayah Sulawesi Selatan.
Hal itu, diutarakan Raja Juli Antoni dalam acara Silaturahmi Regional KAHMI se-Sulawesi yang berlangsung di Makassar, pada Sabtu (11/10/2025).
Dengan unsur humoris, ia menyebutkan bahwa di Jakarta tengah menunggu figur Mister J, sementara di Sulawesi Selatan, publik menantikan siapa sebenarnya Mister R.
“Di Jakarta sekarang menunggu siapa Mister J, kalau di Sulawesi Selatan sedang menunggu siapa Mister R. Ah, masuk itu barang,” ujar Raja Antoni, disambut riuh tepuk tangan dari para peserta yang hadir.
Meski tak menjelaskan secara gamblang, Mister R yang dimaksud, Raja Juli Antoni menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan kepada para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia menegaskan, partisipasi keterlibatan alumni HMI dalam dunia politik begitu penting, namun tetap menjaga prinsip agar tidak menjadikan Islam sebagai alat politik.
“Jangan seret Islam sebagai kendaraan politik belaka,” ujarnya.
Lebih lanjut, Raja Antoni menambahkan bahwa setiap alumni HMI bebas memilih partai politik sesuai keyakinannya masing-masing, tanpa merasa partai yang dipilihnya adalah yang paling benar.
BACA JUGA:
PSI Seolah Bikin Penasaran Sosok Bapak J, Pengamat: Publik Tak Terlalu Peduli!
PSI Akan Dapuk Dewan Pembina Inisial ‘Bapak J’, Katanya Sih Orang Istimewa
“Banyak jalan menuju Roma, kemenangan. Silakan masuk ke partai manapun. Alumni HMI boleh berada di partai manapun, tanpa ada sinisme menganggap diri paling baik, menganggap paling benar,” sambungnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah tokoh nasional, termasuk Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI yang juga Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda. Kehadiran para tokoh ini semakin menambah hangat suasana silaturahmi yang dihadiri oleh berbagai alumni HMI dari seluruh wilayah Sulawesi.
Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen alumni HMI dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat sekaligus mendorong peran aktif mereka dalam kancah politik nasional tanpa membawa simbol keagamaan sebagai alat kepentingan.
(Saepul)











