BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kekalahan telak 0-3 dari Argentina pada laga Grup J Piala Dunia 2026 berbuntut panjang bagi tim nasional Aljazair. Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) resmi mengajukan keluhan kepada FIFA terkait kepemimpinan wasit yang dinilai merugikan mereka sepanjang pertandingan yang berlangsung di Kansas City.
Dalam laporan yang disampaikan kepada komisi perwasitan FIFA, Aljazair menyoroti sejumlah keputusan kontroversial wasit asal Polandia, Szymon Marciniak, termasuk insiden yang melibatkan kapten Argentina, Lionel Messi.
Peristiwa yang paling banyak diperdebatkan terjadi pada babak pertama ketika Messi terlihat menginjak betis kapten Aljazair, Aissa Mandi, dalam perebutan bola. Meski tayangan ulang menunjukkan adanya kontak, wasit tidak memberikan kartu maupun sanksi kepada megabintang berusia 38 tahun tersebut.
Keputusan itu langsung memicu protes dari kubu Aljazair dan para pendukung mereka. Situasi semakin menjadi sorotan setelah Messi tetap melanjutkan pertandingan dan sukses mencetak tiga gol yang memastikan kemenangan Argentina.
Tak hanya insiden tersebut, Aljazair juga mempertanyakan keputusan wasit yang tidak menghukum Alexis Mac Allister usai dianggap melakukan pelanggaran siku terhadap Ibrahim Maza pada babak kedua. Mereka menilai perangkat pertandingan, termasuk tim Video Assistant Referee (VAR), gagal menjalankan tugas secara maksimal.
FAF bahkan mempertanyakan kinerja tim VAR yang dipimpin Tomasz Kwiatkowski, rekan senegara Marciniak, karena dianggap mengabaikan beberapa momen penting yang layak ditinjau ulang.
Kontroversi itu kemudian memancing perdebatan luas di media sosial. Banyak pihak mempertanyakan apakah status Messi sebagai salah satu pemain terbesar dunia memengaruhi keputusan yang diambil oleh wasit maupun VAR selama pertandingan berlangsung.
Polemik tersebut juga mendapat perhatian dari pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos. Ia membandingkan insiden yang melibatkan Messi dengan kartu merah yang diterima gelandangnya, Themba Zwane, dalam pertandingan berbeda.
“Ketika saya melihat apa yang terjadi dengan Messi, saya tentu tidak setuju dengan apa yang terjadi pada pemain saya. Jika melihat situasinya, pemain Meksiko menghalangi pemain saya dan Themba hanya mencoba melewatinya lalu meletakkan tangannya di bahu lawan. Hanya itu yang dia lakukan,” ujar Broos.
Ia pun mempertanyakan beratnya hukuman yang diterima pemainnya.
“Saya tidak ingin Messi mendapatkan kartu merah karena pemain dengan kualitas seperti dia harus berada di lapangan seperti yang Anda lihat saat melawan Aljazair, tetapi apa perbedaan antara kejadian itu dan yang dialami Zwane?” katanya.
Di tengah kontroversi yang terus berkembang, Argentina kini bersiap menghadapi Austria pada laga berikutnya, sementara Aljazair harus bangkit saat menghadapi Yordania demi menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya.











