JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Panggung Serie A Liga Italia menghadirkan satu laga dengan tensi tinggi dan tekanan Genoa vs Parma di Stadio Luigi Ferraris, Minggu (19/10/2025) malam WIB. Kedua tim yang sama-sama terperosok di papan bawah klasemen.
Ini bukan sekadar pertandingan pekan ketujuh. Duel ini bisa menjadi penentu arah musim bagi kedua tim yang tengah berjuang keluar dari jeratan zona degradasi. Satu kesalahan saja bisa berujung pada krisis panjang, baik secara mental maupun posisi klasemen.
Genoa di Bawah Tekanan, Kursi Vieira Membara
Tekanan besar kini mengarah ke pelatih Genoa, Patrick Vieira. Enam laga awal Serie A 2025/2026 dilalui tanpa satu pun kemenangan. Grifone terdampar di peringkat ke-19 dengan hanya dua poin, hasil dari dua kali imbang dan empat kekalahan.
Kekalahan terakhir dari Napoli sebelum jeda internasional semakin memperparah situasi. Padahal, Genoa sempat unggul lebih dulu lewat gol Jeff Ekhator, namun akhirnya tumbang 1-2. Hasil itu memperpanjang rentetan tiga kekalahan beruntun di liga.
Catatan ini menjadi start terburuk Genoa di Serie A sejak musim 2017. Bahkan secara statistik, rekor Vieira lebih buruk dibanding pendahulunya, Alberto Gilardino, yang dipecat pada periode serupa musim lalu.
Satu-satunya pelipur lara datang dari Coppa Italia, di mana Genoa melaju ke babak 16 besar. Namun bagi suporter, performa liga tetap menjadi tolok ukur utama. Kemenangan atas Parma bisa menjadi “oksigen” pertama bagi Vieira untuk meredam tekanan.
Parma Tak Lebih Baik, Lini Depan Jadi Masalah Utama
Parma juga datang ke Marassi dengan kondisi yang tak jauh lebih baik. Tim asuhan Carlos Cuesta berada di peringkat ke-17, hanya satu tingkat di atas zona degradasi. Dari enam laga, mereka baru meraih satu kemenangan.
Masalah terbesar Parma terletak di lini serang. Gialloblu baru mencetak tiga gol di Serie A musim ini, menjadikannya salah satu lini depan paling tumpul. Lebih mengkhawatirkan lagi, Parma belum mencetak satu gol pun dalam tiga laga tandang.
Kekalahan 0-1 dari Lecce sebelum jeda internasional menjadi pukulan telak, terutama karena Lecce merupakan rival langsung di papan bawah. Cuesta pun mulai mendapat sorotan, meski usianya masih sangat muda sebagai pelatih kepala.
Dalam laga uji coba terakhir, Parma sempat mencoba formasi empat bek. Ini membuka kemungkinan perubahan skema demi mencari keseimbangan, terutama di sektor pertahanan.
Rekor Pertemuan: Sedikit Harapan untuk Genoa
Jika ada satu faktor yang bisa membuat Genoa sedikit lebih percaya diri, itu adalah rekor pertemuan. Rossoblu menyapu bersih tiga pertemuan terakhir melawan Parma di Serie A.
Namun, kondisi saat ini membuat statistik masa lalu tak sepenuhnya relevan. Kedua tim sama-sama sedang rapuh, dan pertandingan diprediksi berjalan ketat dengan margin tipis.
Baca Juga:
Prediksi Skor Cagliari vs Juventus Liga Italia Serie A 18 Januari 2026
Kondisi Skuad dan Pemain Kunci
Genoa kehilangan Leo Ostigard dan Nicolae Stanciu karena cedera. Junior Messias dan Maxwel Cornet masih diragukan tampil. Harapan tuan rumah kembali bertumpu pada Jeff Ekhator, striker 18 tahun yang tampil tanpa beban dan sudah mencicipi gol di level tertinggi.
Parma sendiri pincang di banyak lini. Hernani, Lautaro Valenti, Matija Frigan, Jacob Ondrejka, dan Emanuele Valeri dipastikan absen. Di lini depan, Mateo Pellegrino dan Patrick Cutrone diharapkan bisa mematahkan kebuntuan gol tandang Parma.
Prediksi Jalannya Laga dan Skor Akhir
Dengan dua lini serang paling mandul di Serie A, laga ini diprediksi berjalan alot, minim peluang bersih, dan penuh duel fisik. Bermain di kandang sendiri serta unggul head-to-head, Genoa sedikit lebih difavoritkan.
Satu momen krusial bisa menjadi pembeda dalam pertandingan yang sarat tekanan ini.
Prediksi Skor Akhir: Genoa 1-0 Parma
(Dist)











