BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Panggung tertinggi Mobile Legends dunia kembali memanggil wakil Indonesia. Alter Ego Esports akan menghadapi Aurora Gaming Philippines dalam Grand Final M7 World Championship 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (25/1/2026) pukul 18.00 WIB
Bukan sekadar laga final, Ini adalah pertarungan harga diri, sejarah, dan harapan jutaan penggemar MLBB Indonesia yang telah menanti selama lima tahun untuk kembali melihat tim Tanah Air berdiri di puncak M-Series.
Dari Underdog ke Final: Jalan Terjal Alter Ego
Tak banyak yang memprediksi Alter Ego akan melaju sejauh ini. Berstatus runner-up MPL Indonesia Season 16, mereka datang tanpa label favorit. Namun perjalanan di M7 justru membuktikan bahwa mental dan konsistensi mampu menutupi status tersebut.
Alter Ego mengawali turnamen dengan performa sempurna di Swiss Stage, menyapu bersih tiga laga tanpa kekalahan. Momentum berlanjut saat mereka secara mengejutkan menyingkirkan ONIC Esports, sang juara bertahan, dengan skor 2-0 di Upper Bracket.
Langkah itu sempat terhenti di semifinal upper bracket setelah kalah 1-3 dari Aurora PH. Kekalahan tersebut memaksa Alter Ego turun ke Lower Bracket, jalur tanpa ruang kesalahan. Di fase ini, karakter tim benar-benar diuji.
Alter Ego menumbangkan Team Liquid PH lewat laga lima game yang ketat, lalu melanjutkan performa solid dengan kemenangan 3-1 atas Selangor Red Giants. Dua hasil itu memastikan tiket menuju grand final.
Aurora PH: Mesin Juara yang Konsisten
Di sisi lain, Aurora Gaming Philippines melangkah ke final dengan jalur yang lebih stabil. Mereka menyingkirkan Alter Ego di upper bracket dan kembali menunjukkan dominasi saat mengalahkan Selangor Red Giants.
Aurora membawa nama besar Filipina, region yang mendominasi M-Series dalam lima edisi terakhir. Dominasi tersebut bukan tanpa alasan, karena Aurora dihuni pemain-pemain berpengalaman dengan mental juara.
Edward, juara dunia M3, menjadi jangkar di EXP Lane, sementara Light tampil sebagai salah satu pemain paling konsisten sepanjang turnamen. Kombinasi pengalaman dan disiplin makro menjadikan Aurora PH lawan yang sangat sulit ditaklukkan.
Adu Strategi di Balik Layar
Sorotan lain tertuju pada Coach Xepher, otak strategi Alter Ego. Dengan latar belakang kompetitif internasional, Xepher dikenal berani memainkan draft tidak konvensional dan membaca pola lawan dengan cepat.
Keunggulan Alter Ego terletak pada fleksibilitas hero pool. Setiap pemain mampu beradaptasi dengan berbagai skema permainan, faktor krusial dalam format Best of Seven (BO7).
Sebaliknya, Aurora PH unggul dalam eksekusi rapi dan kontrol permainan. Mereka jarang terpancing emosi dan mampu menjaga tempo meski dalam kondisi tertinggal.
Baca Juga:
Team Liquid PH Tumbangkan Aurora Gaming Turkey 3-1, Selangkah Lagi ke Grand Final M7
Profil Kairi ONIC Esports, Jungler Impor Paling Ditakuti di MPL Indonesia
Format BO7: Ujian Mental dan Konsistensi
Final M7 menggunakan format BO7, yang menuntut stamina, fokus, dan pengambilan keputusan jangka panjang. Kesalahan kecil dapat berdampak besar, terutama di game keenam dan ketujuh.
Tim yang mampu beradaptasi paling cepat terhadap draft dan pola permainan lawan akan memiliki peluang lebih besar untuk keluar sebagai juara.
Prediksi dan Peluang Indonesia
Alter Ego datang dengan momentum kuat dan dukungan penuh publik tuan rumah. Faktor non-teknis ini bisa memberi dorongan tambahan dalam laga krusial.
Aurora PH tetap diunggulkan secara statistik dan pengalaman. Namun final sering kali ditentukan oleh kesiapan mental di momen paling menentukan.
Prediksi skor: Alter Ego 4-3 Aurora Gaming PH.
Jika skenario ini terjadi, Indonesia akan kembali mengangkat trofi M-Series untuk pertama kalinya sejak EVOS Legends di M1. Lebih dari sekadar gelar, ini akan menjadi penanda kebangkitan MLBB Indonesia di panggung global.
(Magang UIN Bandung/Adit Ramadhan)