Prabowo Subianto Tegaskan Komitmen Berantas Stunting Lewat Program Makan Bergizi Gratis

Presiden Prabowo Subianto
Prabowo Tinjau Banjir Sumatera (Foto:dok.Gerindra).
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas stunting dan kemiskinan struktural melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut disebut sebagai kebijakan strategis untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato Peresmian dan Groundbreaking 1.179 SPPG serta Peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta, Jumat. Ia menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan gizi, tetapi merupakan dampak langsung dari kemiskinan yang berlangsung secara sistemik.

“Stunting itu akibat dari proses pemiskinan rakyat. Waktu itu 25 persen anak-anak kita mengalami stunting. Ini bukan masalah yang bisa diselesaikan dengan teori, kata-kata indah, atau program di atas kertas,” tegas Prabowo.

Menurut Presiden, stunting berdampak serius terhadap perkembangan sel tubuh anak, termasuk sel otak, tulang, dan otot, sehingga mengancam kualitas generasi masa depan Indonesia. Karena itu, pemerintah memilih pendekatan intervensi langsung kepada kelompok paling rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, serta masyarakat lanjut usia yang tidak mampu.

Prabowo menekankan bahwa kebijakan serupa telah diterapkan di banyak negara. Ia mencontohkan India, yang telah menjalankan program makan gratis selama lebih dari satu dekade, meskipun pendapatan per kapitanya hanya sekitar setengah dari Indonesia. Program tersebut bahkan memiliki payung hukum yang kuat dan menjangkau ratusan juta penduduk.

Baca Juga:

Prabowo: Masalah MBG Kita Selesaikan dengan Baik

Dalam pidatonya, Presiden juga menanggapi kritik yang menyebut program Makan Bergizi Gratis sebagai pemborosan anggaran negara. Ia menilai tudingan tersebut sebagai bentuk kampanye negatif yang tidak berpijak pada realitas sosial masyarakat miskin.

“Ini bukan pemborosan. Ini kebutuhan rakyat. Ini investasi bangsa,” tegasnya.

Prabowo menjelaskan bahwa pendanaan MBG berasal dari hasil efisiensi anggaran negara, melalui penghematan berbagai kegiatan yang dinilai tidak produktif, seperti rapat, seminar, dan perjalanan dinas yang tidak berdampak langsung bagi masyarakat.

“Uang ini hasil penghematan. Hasil efisiensi. Kalau tidak kita hemat, uang ini akan dimakan korupsi. Akan dihabiskan untuk memperkaya oknum-oknum tertentu,” ujarnya.

Presiden menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan kebijakan strategis jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas generasi muda, dan membangun fondasi kuat bagi masa depan Indonesia.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City