BANDUNG TEROPONGMEDIA.ID – Portugal membawa motivasi yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Skuad asuhan Roberto Martinez kini mengusung misi emosional untuk mempersembahkan gelar juara dunia sebagai penghormatan bagi mendiang Diogo Jota.
Selecao das Quinas memastikan langkah ke fase gugur setelah finis sebagai runner-up Grup K. Hasil imbang tanpa gol melawan Kolombia pada laga terakhir membuat Portugal harus menghadapi Kroasia di babak 32 besar. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Toronto pada 2 Juli, hanya sehari sebelum genap satu tahun kepergian Diogo Jota.
Bagi Roberto Martinez, momen tersebut bukan sekadar pertandingan biasa. Sang pelatih mengakui sosok Jota masih sangat melekat dalam keseharian tim nasional Portugal.
“Jelas, setiap hari terasa sulit. Saat latihan selalu ada momen ketika Diogo Jota kembali terlintas dalam pikiran kami,” ujar Martinez.
Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu menilai peringatan setahun wafatnya Jota bukanlah momen yang harus dipenuhi kesedihan. Sebaliknya, ia ingin menjadikannya sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi besar sang penyerang untuk tim nasional.
“Saya tidak akan mengatakan bahwa peringatan ini akan menjadi hari yang sangat berat. Saya melihatnya sebagai sebuah perayaan. Kami harus menghormati Diogo Jota dan mengingat semua yang telah ia berikan kepada tim ini,” lanjutnya.
Martinez menegaskan bahwa semangat Jota masih menjadi sumber inspirasi bagi seluruh pemain Portugal. Ia bahkan menyebut mantan penyerang Liverpool tersebut sebagai simbol perjuangan tim.
“Kami memenangkan UEFA Nations League bersamanya. Dia adalah simbol sekaligus sumber motivasi terbesar yang kami miliki saat ini.”
Pelatih berusia 52 tahun itu pun secara terbuka menyatakan target Portugal di Piala Dunia kali ini memiliki makna yang lebih dalam.
“Kami ingin memenangkan Piala Dunia untuknya. Pertandingan berikutnya akan menjadi milik Diogo Jota,” tegas Martinez.
Menurutnya, kehilangan Jota bukan hanya dirasakan pada momen peringatan tahunan, tetapi setiap hari selama tim berkumpul menjalani turnamen.
“Kesulitannya bukan saat tanggal peringatan tiba. Kesulitannya adalah setiap hari ketika dia tidak lagi bersama kami secara fisik. Terutama ketika kami gagal meraih kemenangan, kehadiran dan semangat juangnya selalu terasa sangat kami rindukan,” ucap Martinez.
Sementara itu, hasil imbang melawan Portugal membuat Kolombia keluar sebagai juara Grup K. Tim Amerika Selatan tersebut akan menghadapi Ghana di babak 32 besar, sedangkan Portugal kini bersiap menghadapi ujian berat melawan Kroasia dengan tekad membawa misi emosional demi mengenang sosok Diogo Jota.











