Pergerakan Tanah Purwakarta Ancam Tol Cipularang

Pergerakan Tanah Purwakarta
Pergerakan Tanah Purwakarta (instagram @bpbd_jabar)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun menyatakan bahwa pihaknya telah mendesak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk segera melakukan asesmen menyeluruh di lokasi pergerakan tanah yang terjadi di Purwakarta.

Pergerakan tanah masif yang terus berlangsung di Kabupaten Purwakarta menimbulkan kekhawatiran serius.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Purwakarta melakukan pemantauan langsung di lokasi pada Sabtu (14/6/2025) pagi.

Mereka memperingatkan bahwa pergerakan tanah ini berpotensi meluas hingga ke Tol Cipularang, yang merupakan objek vital nasional dan hanya berjarak sekitar satu kilometer dari titik terdampak.

Pemantauan intensif dilakukan oleh tim gabungan di Kampung Cigintung dan Sukamulya, Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa aktivitas pergerakan tanah di wilayah tersebut sangat tinggi, menyebabkan kerusakan paparah pada bangunan rumah warga yang terus runtuh seiring waktu.

Baca Juga:

192 Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Pasirmunjul Purwakarta

Pergerakan Tanah di Jalur Tol Cisumdawu Akibatkan Badan Jalan Amblas dan Tiang Penyangga Bergeser

“Kita telah melakukan evakuasi warga bersama BPBD Purwakarta, kita berharap dari PVMBG untuk segera asesmen karena pergerakan tanah masih masif, karena ini berdekatan dengan tol jadi butuh khusus penanganan, ditakutkan akan terus merembet ke jalan tol, kita harus melakukan antisipasi bersama,” ujarnya.

Dampak dari bencana ini tidak hanya menimpa rumah warga, tetapi juga akses jalan penghubung antarwilayah yang mengalami kerusakan semakin parah. Hingga saat ini, sebanyak 206 warga terdampak telah dievakuasi dari kawasan rawan. Dari jumlah tersebut, 48 orang mengungsi ke balai desa, sedangkan lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat.

BPBD menyatakan bahwa proses pemantauan dan koordinasi lintas instansi masih terus dilakukan untuk menentukan langkah-langkah penanganan lanjutan yang tepat, termasuk kemungkinan relokasi permanen bagi warga di zona berisiko tinggi. (_usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun