Perekonomian Jabar 2024 Diprediksi Alami Kenaikan

Perekonomian Jabar
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Erwin Gunawan Hutapea (Foto: Dang Yul/Teropongmedia)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TM.ID: Kepala Perwakilan BI Jawa Barat (Jabar) Erwin Gunawan meyakini, pertumbuhan ekonomi di Jabar akan membaik di tahun 2024. Terlebih, bertepatan dengan tahun politik yang biasanya meningkatkan konsumsi.

“Secara historis kegiatan Pemilu akan berdampak positif bagi perekonomian. Apalagi di Jabar selain Pilpres pada Februari ini, juga akan dilanjutkan dengan Pilkada pada November mendatang. Tentu akan meningkatkan sisi konsumsi di masyarakat,” ucap Erwin saat Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) Tahun 2023 dihadapan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Taufiq Budi Santoso di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jabar, Kota Bandung, Rabu (31/1/2024).

Selain itu, peningkatan konsumsi juga akan terjadi seiring mendekatinya perayaan hari besar keagamaan yang beriringan dengan Pilpres dan Pilgub.

Erwin berpesan agar peningkatan konsumsi dan permintaan di masyarakat harus diimbangi dengan pengendalian inflasi melalui sinergi dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dari Pemda Provinsi Jabar.

LPI Tahun 2023 diluncurkan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dari Jakarta.

BACA JUGA: KA Papandayan-KA Pangandaran Resmi Beroperasi, PT KAI Harap Perekonomian Jabar Selatan Tumbuh

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menuturkan, penerbitan LPI merupakan wujud transparansi publik dari Bank Indonesia, sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-undang Bank Indonesia.

UU tersebut juga memberikan independensi kepada Bank Indonesia untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, makro maupun sistem pembayaran untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Bank Indonesia patut bersyukur atas kinerja di 2023, serta harus optimistis akan prospek pada 2024, tetapi tetap waspada. Bank Indonesia juga berkomitmen untuk terus memperkuat bauran kebijakan Bank Indonesia yang sudah dilakukan di 2023, akan diperkuat pada 2024.

Selain itu, pihaknya juga akan terus memperkuat sinergi serta kolaborasi dengan semua pihak untuk bisa melangkah ke depan dengan optimistis dan waspada.

Indonesia menjadi one of the best economic performance of the world  pada 2023 lalu, di mana pertumbuhan ekonomi sekitar 5%. Inflasi bahkan masuk di angka empat terendah di dunia, yakni sekitar 2,61%.

Perry menambahkan, pada 2024, Bank Indonesia optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang diprediksi lebih sedikit di atas 5%. Dari sisi inflasi, diperkirakan juga masih dapat terkendali sekitar angka 2,5%, dengan kredit bisa tumbuh hingga 12% dan proses digitalisasi keuangan yang tercepat di dunia.

 

(Budis)

 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City