BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Momen tak biasa terjadi saat pertandingan internasional, ketika kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, kehilangan kertas contekan miliknya yang berisi pola arah tendangan penalti para pemain Bosnia-Herzegovina saat pertandingan babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2026.
Bukan jatuh atau tertiup angin, tapi justru diambil oleh seorang ball boy bernama Afan Cizmis yang masih berusia 14 tahun.
Afan cizmis yang berada di pinggir lapangan terlihat mengambil kertas contekan tersebut dari tumpukan handuk milik Donnarumma yang ditaruh di samping gawang Donnarumma.
Menyadari kertas itu hilang, Donnarumma langsung murka dan mengadu kepada wasit. Ia menuduh kiper lawan, Nikola Visij, telah mengambil kertas tersebut.
“Saya melihat secarik kertas itu dan langsung tahu apa isinya. Saya mengambilnya dan menyembunyikannya di dalam jaket,” ujar Cizmic, dilansir dari The Sun, Selasa (7/4/2026).
Pada wawancara Face TV, Cizmic menunjukkan kertas yang telah dicurinya ke kamera. Kertas tersebut berisi strategi penting yang bisa digunakan kiper dalam adu penalti.
Dalam kertas tersebut juga tertulis nama pemain Bosnia dan arah tendangannya. Tanpa kertas itu pemain kiper Manchester City ini langsung kebingungan dan hasilnya pun tidak seperti yang diharapkan.
Baca Juga:
Italia Mengakhiri Uji Coba dengan Kemenangan Tipis atas Bosnia-Herzegovina
“Tadi malam, setelah pertandingan, saya menangis. Saya menangis karena kekecewaan, tidak mampu membawa Italia ke tempat yang seharusnya,” ujar Donnarumma, pada caption di postingan Instagramnya, Kamis (2/4/2026).
Rasa kecewa sangat terlihat dari caption Instagram pribadi miliknya. Meski begitu, Donnarumma tetap mencoba untuk bangkit. Ia menuliskan bahwa tim harus menemukan kembali keberanian untuk memulai lagi dan tetap percaya. Namun, situasi di lapangan saat itu memang tidak mudah, apalagi dengan insiden hilangnya kertas contekan yang cukup krusial.
Insiden ini langsung menjadi sorotan publik. Banyak yang menilai hal kecil seperti kertas justru punya dampak yang besar, apalagi dalam momen penalti. Tidak sedikit juga yang menyayangkan bagaimana hal seperti ini bisa terjadi di pertandingan level internasional.
Salah satu akun Instagram @h****e yang berkomentar di Instagram @tvrisports “pelajaran buat Donnarumma: di event besar yang sangat menentukan biasakan jangan bawa contekan. Hafalin sampai benar-benar hafal seperti anak sekolah mau ujian. Toh materinya juga sedikit cuma kiri, kanan, tengah,” tulisnya sambil menambahkan emot tertawa
Tanggapan lain datang dari sejumlah warganet yang mencoba meluruskan anggapan soal kertas tersebut. Banyak yang menilai kertas tersebut bukan sekadar contekan, melainkan hasil analisis kebiasaan penendang yang telah dipelajari sebelum pertandingan dan bisa membantu memprediksi arah bola. Penggunaannya pun dianggap sebagai bagian dari strategi, meski tetap memiliki keterbatasan di lapangan. Adapun yang menganggap bahwa itu adalah bentuk kecurangan.
Perdebatan pun terus berlanjut, menunjukkan bahwa insiden ini bukan hanya soal kertas yang hilang, tapi juga soal bagaimana persiapan dan detail kecil bisa jadi penentu di laga besar.
(Magang Unpas / Putri Diva Cahya Satriani)











