Pendaki Gunung Gede Wajib Pakai Gelang RFID, Pergerakan Dipantau di Setiap Check Point

Pendakian Gunung Gede Pangrango tutup sementara
ILustrasi (eiger)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pengelolaan pendakian Gunung Gede Pangrango akan menerapkan teknologi pelacakan digital bagi para pendaki. Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan akan membekali setiap pendaki dengan gelang radio frequency identification (RFID) sebelum memasuki jalur pendakian.

Kebijakan ini diumumkan melalui akun resmi Instagram Ditjen KSDAE sebagai bagian dari upaya pembenahan sistem pendakian selama masa penutupan jalur. Teknologi RFID memungkinkan petugas memantau pergerakan pendaki secara real time di setiap titik pemeriksaan, sehingga risiko tersesat maupun keterlambatan turun gunung dapat diminimalkan.

“Setiap pendaki akan dipasangkan gelang ber-chip RFID saat proses registrasi,” tulis Ditjen KSDAE dalam keterangannya, dikutip, Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga:

Aktivitas Gempa Gunung Gede Meningkat, Waspadai Letusan Freatik: Pendaki Jangan Nekat!

Menurut Ditjen KSDAE, penggunaan gelang RFID akan mempercepat respons pencarian dan pertolongan apabila terjadi kondisi darurat. Dengan data pergerakan yang terekam otomatis, proses evakuasi dapat dilakukan lebih akurat dan efisien dibanding metode pendataan manual.

Pada tahap awal, sistem ini diterapkan di jalur Gunung Putri dan Cibodas, dengan Surya Kencana sebagai salah satu titik pemantauan utama. Selain itu, pengelola juga menyiapkan fitur tambahan berupa tombol darurat atau panic button (SOS) yang dapat digunakan pendaki saat menghadapi situasi berbahaya.

Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari evaluasi besar tata kelola pendakian Gunung Gede Pangrango. Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menutup seluruh jalur pendakian sejak 13 Oktober 2025 guna melakukan pembersihan sampah, perbaikan jalur, serta peningkatan standar keselamatan pengunjung.

Dengan sistem baru ini, pengelola berharap aktivitas pendakian ke depan tidak hanya lebih tertib dan ramah lingkungan, tetapi juga memberikan rasa aman yang lebih tinggi bagi para pendaki.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
WhatsApp Image 2026-07-20 at 20.30
BPJS Kesehatan Wilayah V Percepat Transformasi Digital, Permudah Akses Layanan JKN bagi Masyarakat Jabar
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025