BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Barat memasuki usia 45 tahun dengan semangat pembaruan. Alih-alih merayakan hari jadi secara seremonial, organisasi yang menghimpun putra-putri veteran ini memilih menjadikan momentum tersebut sebagai ruang konsolidasi internal dan penegasan arah organisasi ke depan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PPM Jawa Barat Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan syukuran hari ulang tahun serta ziarah ke Taman Makam Pahlawan.
Rangkaian agenda ini mencerminkan tekad PPM untuk tetap berpijak pada nilai perjuangan, sekaligus adaptif terhadap tantangan sosial saat ini.
Ketua Pemuda Panca Marga Jawa Barat, MQ Iswara, menegaskan bahwa peringatan usia 45 tahun kali ini dirancang sederhana namun memiliki makna strategis.
“Kami ingin ulang tahun ini menjadi refleksi dan pijakan untuk memperkuat peran PPM ke depan, bukan sekadar kegiatan simbolik,” ujar Iswara di Bandung, Kamis (22/1/2026).
Pendidikan Putra-Putri Veteran Jadi Fokus Utama
Dalam forum Rakerda 2026, PPM Jawa Barat menyepakati empat program prioritas. Bidang pendidikan ditempatkan sebagai agenda utama organisasi.
Iswara menekankan pentingnya memastikan seluruh putra-putri veteran di Jawa Barat memperoleh akses pendidikan yang layak.
“Kami tidak ingin ada lagi anak veteran yang tertinggal dari dunia pendidikan. Ini akan menjadi perhatian serius kami,” katanya.
Menurutnya, keberlanjutan nilai perjuangan para veteran hanya dapat dijaga jika generasi penerus memperoleh pendidikan yang memadai dan berkelanjutan.
Pendataan Rumah Veteran untuk Jaminan Hidup Layak
Program prioritas kedua diarahkan pada peningkatan kualitas hidup veteran. PPM Jawa Barat akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi tempat tinggal para veteran, baik veteran pejuang kemerdekaan, veteran pembela, maupun veteran perdamaian.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi veteran yang hidup di rumah dengan kondisi tidak layak.
“Kami ingin memastikan para veteran mendapatkan kehidupan yang bermartabat, termasuk hunian yang layak,” ujar Iswara.
Upaya ini juga diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait.
Aspek kesejahteraan ekonomi menjadi prioritas ketiga. PPM Jawa Barat berkomitmen mendorong terciptanya akses lapangan kerja bagi putra-putri veteran dan keturunannya.
Penempatan kerja akan disesuaikan dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi masing-masing, agar peluang berkembang lebih terbuka.
“Kami ingin anak-anak veteran memiliki kesempatan kerja yang adil dan sesuai kemampuan mereka,” tuturnya.
Baca Juga:
Pemuda Panca Marga Jawa Barat Siap Gelar Rapat Kerja Daerah 2026 di Bandung
Aksi Lingkungan dan Dorongan Revisi UU Veteran
Bidang lingkungan hidup menjadi program prioritas keempat. PPM Jawa Barat berencana terlibat langsung dalam kegiatan pelestarian lingkungan, seperti penanaman pohon dan rehabilitasi lahan kritis.
Beberapa daerah aliran sungai (DAS) yang menjadi perhatian awal meliputi Citarum, Cimanuk, Citanduy, dan Cisanggarung, serta kawasan Bandung Utara dan wilayah Bapuncur sebagai daerah penyangga.
Di tingkat kebijakan nasional, PPM Jawa Barat bersama LVRI juga mendorong revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran. Menurut Iswara, regulasi tersebut masih perlu diperkuat, terutama terkait jaminan kesehatan dan kesejahteraan veteran.
“Kami berharap regulasi ke depan bisa lebih komprehensif melindungi hak-hak veteran,” pungkasnya.
Rakerda 2026 pun menjadi penegasan bahwa PPM Jawa Barat siap memainkan peran strategis dalam menjawab persoalan pendidikan, kesejahteraan sosial, dan lingkungan, seiring perjalanan organisasi menuju usia setengah abad.
(Dist)