Pemkot Bandung Gencar Tertibkan Bangunan di Bantaran Sungai, 30 Kolam Retensi Ditergetkan

Pemkot Bandung Gencar Tertibkan Bangunan di Bantaran Sungai, 30 Kolam Retensi Ditergetkan
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin (Kyy/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Kota Bandung tengah fokus menangani persoalan banjir dengan menertibkan bangunan liar yang berdiri di bantaran maupun di atas aliran sungai. Langkah ini dinilai krusial untuk memulihkan fungsi saluran air yang selama ini terhambat oleh aktivitas warga yang membangun secara ilegal.

Wakil Wali Kota Bandung Erwin menyampaikan, bahwa persoalan banjir di Kota Bandung tidak berdiri sendiri, melainkan akibat dari banyak faktor. Mulai dari bangunan liar di aliran sungai, limpahan air dari luar wilayah, hingga posisi geografis Kota Bandung yang berada di cekungan

“Ini perlu proses dan waktu, karena selain bangunan-bangunan ilegal, kita juga harus hadapi keterbatasan sumber daya,” ungkapnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (7/8/2025).

Baca Juga:

DSDABM Kota Bandung Akui Selesaikan Banjir Gedebage Masih Butuhkan Beberapa Kolam Retensi

Atasi Banjir, DSDABM Kota Bandung Masifkan Kolam Retensi Baru

Ia menyebutkan salah satu contoh keberhasilan di wilayah Gemuruh, di mana sebuah saluran air yang semula tertutup oleh bangunan kini telah dibuka, dan terbukti mengurangi genangan yang sebelumnya rutin terjadi.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Bandung juga terus mengembangkan sistem pengelolaan air melalui pembangunan kolam retensi. Hingga saat ini, sudah ada 15 kolam retensi yang aktif, dan ditargetkan bertambah menjadi 30 unit.

Pembangunan kolam retensi baru telah dimasukkan dalam anggaran tahun 2026. Salah satu proyek yang direncanakan akan dibangun di kawasan Gedebage dengan estimasi anggaran sebesar Rp10–12 miliar. Meski lokasi-lokasi spesifik masih dalam proses kajian, fokus akan diarahkan ke wilayah-wilayah rawan banjir di kawasan timur Bandung.

Selain itu, pemerintah juga merespons laporan dari masyarakat soal perlunya pengerukan sungai dan saluran air. Lurah dan camat diminta proaktif melakukan pengecekan dan tindak lanjut apabila ditemukan penyempitan atau pendangkalan saluran yang berpotensi memicu banjir.

Dengan kombinasi penertiban bangunan dan pembangunan infrastruktur pengendali air, Pemkot Bandung berharap dapat memperkuat mitigasi banjir secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Penulis:

Muhammad amni fii imani
Jurusan ilmu komunikasi
Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City