Paramore Tarik Musik dari Platform Israel, Begini Tanggapan Netizen

Paramore
Band asal Tennessee, Paramore menarik seluruh katalog musiknya dari platform streaming di Israel (Instagram/@paramore)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Band asal Tennessee, Paramore, kembali membuat langkah besar yang memicu perdebatan global. Grup yang digawangi Hayley Williams ini resmi menarik seluruh katalog musiknya dari platform streaming di Israel sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye internasional “No Music For Gen0cide.”

Langkah ini tidak dilakukan sendirian. Lebih dari 400 musisi dan label turut bergabung dalam aksi solidaritas tersebut, termasuk proyek solo Hayley Williams, serta sederet nama besar seperti Rina Sawayama, Ben Howard, Björk, Massive Attack, dan Soccer Mommy.

Konsisten Suarakan Solidaritas

Dukungan Paramore terhadap Palestina bukanlah hal baru. Pada November 2023, band ini menyumbangkan hasil penjualan merchandise untuk warga Gaza.

Kemudian, pada Mei 2024, mereka mengeluarkan pernyataan resmi mendukung gencatan senjata. Tak berhenti di situ, pada Oktober 2024 Paramore bekerja sama dengan Bug Girl menggalang dana lebih dari 60 ribu dolar AS untuk membantu layanan medis di Palestina.

Dengan langkah terbaru ini, Paramore menegaskan komitmennya bahwa musik tidak hanya sebatas hiburan, tetapi juga medium untuk menyuarakan kemanusiaan.

Baca Juga: 

Paramore Gabung Kampanye No Music For Genocide, Lagunya Tak Bisa Diputar di Israel

Jennifer Lawrence Sebut Konflik Gaza sebagai Genosida di Festival Film San Sebastian

Respon Publik Terbelah

Keputusan tersebut menuai beragam reaksi. Banyak pihak mengapresiasi keberanian Paramore bersikap tegas dan menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina.

“Mantap mba Hailey William dan kawan kawan,” tulis akun @rifky***

“Meanwhile presiden kita menyatakan keamanan israel harus dijamin,” tulis @yang***

“nice beibih,” tulis @sepa***

“Jadi makin ngefans ni sama paramore,” tulis @kydn***

Namun, ada juga yang menilai langkah ini cukup kontroversial dan berpotensi memicu perdebatan politik lebih luas di industri musik global.

Meski demikian, Paramore tidak bergeming. Mereka menegaskan musik dan kemanusiaan tidak bisa terpisahkan, serta percaya bahwa seniman memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara.

Dengan sikap ini, Paramore kian memperkuat posisinya bukan hanya sebagai band rock papan atas dunia, tetapi juga sebagai suara bagi isu-isu kemanusiaan yang menyentuh hati banyak orang.

(Hafidah Rismayanti/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun