BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Dunia teknologi kembali mencatat kiprah anak bangsa di level internasional. OneTrianggle, sebuah protokol zero-loss gamified savings karya Yeheskiel Yunus Tame, mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), berhasil meraih Juara Ketiga dalam kompetisi Web3 internasional dan membawa pulang hadiah US$1.000.
Prestasi tersebut diraih dalam ajang hackathon yang digelar oleh OneChain Lab, perusahaan blockchain berbasis Move (Fork SUI). Kompetisi ini mempertemukan para pengembang dan inovator Web3 dari berbagai negara, dengan fokus pada pengembangan gim bertema keuangan (gamefi).
Di tengah ketatnya persaingan global, OneTrianggle tampil mencuri perhatian berkat konsep inovatif yang menggabungkan tabungan berbasis Decentralized Finance (DeFi) dengan mekanisme permainan yang interaktif, aman, dan ramah pengguna.
OneTrianggle mengusung konsep zero-loss, yakni skema menabung tanpa risiko kehilangan modal. Dana yang disimpan pengguna dialokasikan ke protokol DeFi untuk menghasilkan bunga. Uniknya, bunga tersebut diperebutkan melalui gim gunting–batu–kertas berbasis voting. Pemenang gim berhak atas hasil bunga, sementara dana pokok seluruh pengguna tetap utuh dan aman.
“Melalui OneTrianggle, saya ingin menghadirkan cara baru untuk menabung sekaligus belajar DeFi tanpa rasa takut kehilangan modal,” ujar Yeheskiel dikutip dari laman resmi UKDW, Sabtu (13/12/2025).
Seluruh pengembangan proyek ini dilakukan secara mandiri olehnya, menjadikan OneTrianggle sebagai karya solo developer yang mampu bersaing di panggung internasional.
Baca Juga:
Shredtics, Inovasi Mahasiswa UM: Alat Cacah Plastik Portabel Ramah Lingkungan
Yeheskiel mengungkapkan, informasi mengenai kompetisi ini ia peroleh dari senior di komunitas Web3 Yogyakarta, yang sebelumnya juga berkolaborasi dengan UKDW dalam penyelenggaraan bootcamp DeFi. Proses pengembangan dilakukan secara intensif selama dua hari satu malam, didukung bekal akademik dari mata kuliah blockchain serta study group internal kampus yang rutin membahas kompetisi Web3.
“Saya bersyukur bisa meraih hasil ini. Harapannya, semakin banyak mahasiswa UKDW yang berani ikut kompetisi global dan membawa pulang prestasi,” katanya. Ia menilai adopsi Web3 di masa depan akan sangat besar, terutama jika generasi muda mulai mengenalnya sejak dini.
Saat ini, OneTrianggle dapat diakses melalui situs resminya di one-trianggle.vercel.app, dengan antarmuka ringan dan mudah dipahami, bahkan bagi pengguna awam yang belum familiar dengan kripto atau Web3.
Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UKDW sekaligus bukti bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di ekosistem teknologi global. Pendekatan zero-loss yang dikombinasikan dengan unsur permainan dinilai sebagai terobosan baru dalam dunia keuangan digital, sejalan dengan tren global menuju sistem finansial yang lebih inklusif, transparan, dan menyenangkan.
OneTrianggle pun menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga turut berperan sebagai pencipta dan penggerak inovasi Web3 dunia.
(Budis)

