Nick Kuipers Bilang Gila saat Komdis Beri Sanksi Dadakan

Nick Kuipers Luangkan Waktu Untuk Saksikan Duel PSM versus Dewa United
Nick Kuipers pemain Persib Bandung. (RF/Teropong Media)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Pemain bertahan Persib Bandung, Nick Kuipers buka suara atas sanksi dadakan yang diterimanya jelang laga kontra PSIS Semarang.

Menurut Nick Kuipers sanksi yang diturunkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI sangatlah merugikan timnya karena harus mengubah skema permainan beberapa jam sebelum pertandingan.

BACA JUGA: Kondisi Nick Kuipers Usai Keracunan Makanan, Langsung Terjun Latihan

Pria asal Belanda itu mengungkapkan sanksi tersebut menandakan bahwa Komdis PSSI seakan melanggar aturannya sendiri dalam hal memberikan keputusan. Yangmana menurut pengamatannya, Komdis PSSI seharusnya bisa menjaga sengitnya persaingan kompetisi Liga 1 dengan bersikap adil dan tepat waktu.

Dengan sanksi tersebut, seharusnya ia mengklaim terhindar dari kartu dan tetap membatalkan kartu merah kepada Alberto Rodriguez. Namun yang membuat Nick semakin heran yaitu kartu merah yang diberikan kepada Alberto seakan-akan dilimpahkan kepadanya dan itu sangat tidak adil.

“Ini gila. Ini sangat gila dan ini tidak seharusnya terjadi. Ini melanggar aturan yang mereka sendiri buat. Mereka bisa tetap memberikan hukuman kepada Alberto atau mereka membatalkan kartu untuk Alberto, tapi mereka memberi kartu kepada saya, itu gila. Saya tidak pernah melihat ini sebelumnya, tapi ini yang saya alami sekarang,” kata dia, kamis (29/2/2024).

Sebagai informasi, sanksi tersebut menjadi penyebab Nick Kuipers absen di laga kontra PSIS. Padahal di laga sebelumnya versus PS. Barito Putera, Nick hanya mendapatkan kartu kuning, sedangkan Alberto mendapatkan kartu merah.

Atas kasus ini, Nick akan segera berdiskusi dengan jajaran manajemen tim untuk membahasnya lebih jauh. Apalagi ia sangat tidak puas dengan keputusan tersebut karena ini bisa melanggar banyak aturan.

“Saya tidak tahu, saya harus berdiskusi dengan klub tetapi apa yang mereka lakukan di laga terakhir ini sulit dipercaya,” imbuhnya.

Disinggung soal durasi sanksi, ia tak mengetahuinya. Pasalnya ia perlu berbicara terlebih dahulu dengan tim agar tak salah dalam mengambil keputusan.

BACA JUGA: Keputusan Komdis Bikin Pelatih Persib Naik Pitam

“Saya tidak tahu, tiba-tiba kemarin, saya sedang berada di perjalanan menuju stadion untuk bermain dan mendadak satu jam sebelum pertandingan saya tidak bisa bermain. Ini gila tapi saya tidak bisa mengubahnya,” tutup Nick.

(RF/Masnur)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun