Nasib 5 Bayi Korban Perdagangan Internasional di Bandung, Dinsos Tunggu Lampu Hijau Polisi

pelaku Perdagangan bayi Bandung
Ilustrasi (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID —  Lima bayi korban jaringan perdagangan orang internasional kini dalam penanganan Polda Jawa Barat. Mereka sementara ditempatkan di Panti Asuhan Bayi Sehat di Jalan Purnawarman, Kota Bandung. 

Usia bayi-bayi ini berkisar antara 5 bulan hingga 1 tahun, terdiri dari dua perempuan dan tiga laki-laki. Kondisi mereka dipastikan sehat.

Meski demikian, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung belum bisa mengambil tindakan lebih lanjut. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bandung, Irvan Alamsyah, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil penyidikan dan rekomendasi dari aparat penegak hukum (APH).

Baca Juga:

Kasus Perdagangan Bayi: Tersangka Bertambah Jadi 13, Tiga DPO Masih Diburu

Kasus Perdagangan Bayi ke Singapura Didalangi Seorang Wanita

“Untuk bayi yang terlibat dalam kasus hukum, termasuk korban perdagangan orang, kami hanya bisa bergerak setelah mendapat rekomendasi resmi dari APH,” kata Irvan, Jumat (18/7/2025).

Jika telah mendapat izin, langkah awal yang dilakukan Dinsos adalah memeriksa kondisi kesehatan bayi secara menyeluruh. Pemeriksaan akan dilakukan oleh petugas medis dari Dinas Kesehatan atau rumah sakit rujukan.

Setelah itu, Dinsos akan merujuk bayi ke panti asuhan pemerintah yang telah bekerja sama dengan Dinsos Provinsi Jawa Barat.

Irvan menyebut, setelah kondisi bayi dinyatakan stabil, pihaknya akan berupaya mencari keberadaan orang tua kandung mereka. Namun bila keluarga tak ditemukan, bayi akan tetap dirawat di panti asuhan.

“Kalau tidak ditemukan keluarganya, baru nanti ada kemungkinan pengangkatan anak. Tapi prosesnya ketat, dan hanya bisa dilakukan setelah ada putusan hukum yang jelas,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan asesmen sosial untuk menentukan apakah bayi bisa dikembalikan ke keluarga kandung. Dalam proses ini, Dinsos akan melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta pekerja sosial profesional.

“Kalau dari hasil asesmen ditemukan bahwa keluarga berisiko membahayakan bayi, maka kami tidak akan memberikan rekomendasi untuk pengembalian,” ujarnya

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan jaringan perdagangan bayi lintas negara. Pemerintah Kota Bandung dan instansi terkait kini berfokus memastikan keselamatan dan masa depan para bayi tetap terlindungi secara hukum maupun sosial. (Kyy/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City