BANDUNG, TEROPONG MEDIA.ID – Jose Mourinho memilih tidak menjadikan Kylian Mbappe sebagai kambing hitam setelah Real Madrid menelan kekalahan perdana musim ini. Meski Mbappe gagal mengeksekusi penalti pada masa injury time, Mourinho menilai seluruh pemain Madrid telah memberikan penampilan terbaik.
Real Madrid harus mengakui keunggulan Real Betis dengan skor 0-1 dalam pertandingan jornada keempat Liga Spanyol di La Cartuja, Sevilla, Jumat (4/9/2026) waktu setempat.
Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena Madrid sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol. Salah satu kesempatan terbesar datang pada penghujung pertandingan ketika wasit menunjuk titik putih setelah Vinicius Junior dijatuhkan di kotak penalti.
Mbappe dipercaya menjadi eksekutor. Namun, tendangannya berhasil dibaca dan ditepis kiper Betis, Alvaro Valles.
Kegagalan tersebut sekaligus memastikan Madrid pulang tanpa poin sekaligus mengakhiri start sempurna mereka di awal musim. Sebelumnya, tim asuhan Mourinho berhasil menyapu bersih tiga pertandingan pertama dengan kemenangan.
Mourinho Tak Salahkan Mbappe
Alih-alih mengkritik Mbappe, Mourinho justru memberikan pembelaan kepada penyerang asal Prancis tersebut.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa kegagalan penalti merupakan bagian dari pertandingan. Menurut Mourinho, siapa pun yang ditunjuk untuk mengambil penalti akan tetap mendapatkan dukungan penuh dari seluruh anggota tim.
Mourinho juga menilai Madrid sebenarnya tampil baik secara kolektif. Ia bahkan merasa Los Blancos tidak pantas pulang dengan kekalahan.
“Saya tidak tahu bagaimana kami bisa kalah karena kami bermain sangat baik secara kolektif. Saya tidak bisa menyalahkan sikap salah satu pemain,” kata Mourinho.
“Kami pantas menang, tetapi pantas menang tidak memberi Anda poin,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan Mourinho tidak ingin kegagalan Mbappe menjadi satu-satunya sorotan setelah kekalahan Madrid.
Betis Lebih Berpengalaman Memanfaatkan Situasi
Mourinho justru menyoroti cara Betis mengelola pertandingan. Menurutnya, tuan rumah mampu memanfaatkan dukungan suporter dan pengalaman mereka dalam menghadapi situasi-situasi kecil yang bisa menentukan hasil pertandingan.
“Ketika salah satu dari kami maju untuk mengambil penalti, kami semua berdiri bersama,” ujar Mourinho.
Mantan pelatih Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid tersebut juga menyebut pemain Betis lebih “streetwise” dibandingkan para pemain Madrid.
Hal itu menjadi salah satu faktor yang menurut Mourinho membuat Betis mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Madrid Sebenarnya Mendominasi Peluang
Kekalahan Madrid tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan. Los Blancos menciptakan beberapa peluang penting, tetapi buruknya penyelesaian akhir membuat mereka gagal mencetak gol.
Mbappe bahkan memiliki kesempatan untuk mencetak gol sebelum eksekusi penalti. Salah satu tembakannya membentur mistar gawang.
Madrid juga sempat mencetak gol melalui Carlos Espí pada menit ke-87. Namun, gol tersebut dianulir setelah pemeriksaan VAR menunjukkan posisi offside.
Betis kemudian memanfaatkan situasi dengan sangat baik. Troy Parrott menjadi penentu kemenangan tuan rumah pada menit ke-81 setelah menyambar bola muntah hasil penyelamatan Thibaut Courtois.
Keunggulan tersebut bertahan hingga peluit panjang, meski Madrid terus memberikan tekanan.
Penalti Mbappe Jadi Momen Paling Menyakitkan
Kegagalan Mbappe dari titik putih pada menit-menit akhir menjadi gambaran buruknya efektivitas Madrid di pertandingan tersebut.
Di satu sisi, sang penyerang menjadi pemain yang dipercaya Mourinho untuk menentukan hasil pertandingan. Namun, di sisi lain, penyelamatan Valles memastikan Betis mendapatkan tiga poin.
Situasi tersebut membuat Mbappe menjadi sorotan, terutama karena ia gagal memanfaatkan beberapa peluang emas sepanjang pertandingan.
Meski demikian, Mourinho menunjukkan sikap berbeda. Sang pelatih memilih mempertahankan kepercayaan kepada anak asuhnya daripada memperbesar kesalahan individu.
Era Mourinho Mulai Mendapat Ujian
Kekalahan dari Betis menjadi ujian pertama bagi proyek Mourinho di Madrid pada musim ini.
Sebelumnya, Madrid mengawali kompetisi dengan tiga kemenangan beruntun. Namun, perjalanan menuju perebutan gelar tentu tidak akan selalu berjalan mulus.
Mourinho kini dituntut segera mengembalikan ketajaman lini depan Madrid. Terlebih, tim memiliki sejumlah pemain bintang seperti Mbappe, Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan Arda Guler.
Hasil di La Cartuja memperlihatkan satu persoalan penting: dominasi permainan tidak akan berarti apabila peluang gagal dikonversi menjadi gol.
Mourinho pun memilih mengambil sisi positif dari kekalahan tersebut. Baginya, performa kolektif Madrid tetap layak diapresiasi, sementara persoalan efektivitas menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki.
Dengan hasil ini, Real Madrid harus menerima kekalahan pertama mereka pada musim 2026/2027, sementara Betis berhasil mengamankan kemenangan penting atas salah satu kandidat kuat juara Liga Spanyol.