Mobil Hybrid Tidak Dicas akan Jadi Hal Sia-sia!

mobil hybrid dicas
(Instagram/bengkel anugerahprimamotor)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Mungkin pada benak pengguna mobil hybrid, seperti jenis plug-in hybrid electric vehicle (PHEV),  bertanya efek tidak melakukan pengecasan baterai karena menganggap piral penting ada pada mesin bensin.

Peran baterai pada kendaraan dengan tenaga tersebut selain bisa diisi ulang, dapat menempuh jarak tertentu hanya menggunakan tenaga listrik untuk membantu efisiensi

Akan tetapi, fakta di lapangan menunjukkan banyak pemilik PHEV yang jarang memanfaatkan fitur pengisian daya. Justru, kebiasaan ini bisa berujung merugikan diri sendiri dan membuat keunggulan PHEV tidak optimal.

Mobil PHEV memang tetap bisa berjalan dengan mesin bensin, meski tanpa pengisian daya. Tetapi, efisiensi bahan bakar yang dijanjikan tidak akan tercapai. Akibatnya, biaya operasional menjadi lebih tinggi dari seharusnya.

Selain itu, keunggulan ramah lingkungan dari PHEV berkurang drastis. Emisi karbon yang seharusnya ditekan melalui penggunaan tenaga listrik justru tetap tinggi karena dominasi mesin bensin. Pada akhirnya, tujuan membeli PHEV menjadi tidak maksimal.

Risiko Mobil Hybrid tanpa Peduli Pengecasan

Pada bagian menyangkut teknis, baterai yang jarang dicas akan kehilangan kapasitas optimal lebih cepat. Analogi seperti gadget, baterai mobil listrik juga memerlukan siklus pengisian yang sehat. Jika terlalu lama tidak diisi, performanya bisa menurun dan usia pakai menjadi lebih pendek.

Kondisi ini tentu merugikan pemilik, mengingat biaya penggantian baterai mobil listrik tidak murah.

Salah satu alasan orang memilih PHEV adalah kombinasi mesin bensin yang fleksibel dengan motor listrik yang senyap. Mode EV seharusnya memberikan sensasi berkendara yang halus dan tenang.

Namun, jika jarang mengecas, mode EV jarang bisa dipakai, sehingga kenyamanan berkurang. Penggunaan bahan bakar pun meningkat signifikan. Mobil yang seharusnya bisa menghemat BBM hingga setengah, justru boros seperti kendaraan konvensional. Biaya harian dan bulanan untuk BBM pun ikut membengkak.

Investasi Awal Jadi Sia-sia

Harga mobil PHEV umumnya lebih tinggi dibanding hybrid biasa atau mobil bensin murni. Dengan tidak memanfaatkan fitur charging, selisih harga tersebut tidak akan terbayar dengan penghematan BBM.

Alih-alih investasi awal membeli PHEV untuk efisiensi, tetapi bisa terasa sia-sia karena manfaat ekonomisnya tidak benar-benar dirasakan.

Dari perspektif lingkungan, setiap PHEV yang tidak dicas berarti potensi pengurangan emisi gagal terwujud. Jika ribuan pengguna melakukan hal serupa, kontribusinya terhadap polusi udara tetap besar. Dengan kata lain, PHEV tanpa disiplin charging hanya menjadi gaya hidup, bukan solusi keberlanjutan.

BACA JUGA:

Chery Tiggo 9 CSH Meluncur di GIIAS 2025, Mobil Hybrid Rasa Listrik Murni?

Menariknya, riset terbaru menunjukkan masih banyak pemilik PHEV yang memperlakukan mobilnya layaknya kendaraan bensin biasa. Menurut Toyota Research Institute, fenomena ini cukup membingungkan, mengingat biaya tambahan untuk membeli PHEV tidaklah sedikit.

Karena itu, diperlukan pendekatan baru untuk mendorong pemilik agar lebih disiplin dalam mengecas mobilnya.

Untuk menjawab persoalan ini, Toyota mengembangkan aplikasi bernama ChargeMinder. Menghimpun dari Carscoops, Selasa 23 September 2025, aplikasi ini menggunakan pendekatan gamifikasi dan intervensi perilaku untuk mendorong pemilik lebih rajin mengisi daya.

Hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan kebiasaan mengecas hingga 10% di Amerika Serikat, serta peningkatan kesesuaian waktu charging dengan energi terbarukan hingga 59% di Jepang. Dengan begitu, manfaat PHEV bisa benar-benar dirasakan, baik dari sisi efisiensi maupun dampak lingkungan.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City