KOTA BOGOR, TEROPONGMEDIA.ID – Wilayah Bondongan dikenal sebagai salah satu titik padat penduduk di Kota Bogor dengan dinamika sosial yang tinggi. Menyadari hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fetty Anggraenidini, memilih turun langsung ke wilayah ini untuk membedah tumpukan persoalan warga yang selama ini mungkin belum tersampaikan ke meja eksekutif.
Bukan di aula mewah, Fetty memilih berdialog lesehan dengan warga. Hal ini dilakukan agar sekat antara wakil rakyat dan konstituen melebur, sehingga aspirasi yang muncul jauh lebih jujur dan mendalam.
Fokus pada Drainase dan Penataan Lingkungan
Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, isu lingkungan perkotaan menjadi sorotan utama. Masyarakat Bondongan mengeluhkan kondisi drainase yang mulai tidak mampu menampung debit air saat hujan intensitas tinggi, yang kerap memicu genangan di area pemukiman.
“Bondongan ini adalah wajah pemukiman urban kita. Masalah drainase dan pengelolaan sampah bukan hal sepele, karena ini menyangkut kesehatan lingkungan dan kenyamanan hidup warga. Saya mencatat ini sebagai prioritas untuk dikomunikasikan dengan Dinas terkait di level Provinsi maupun koordinasi lintas wilayah di Kota,” ujar Fetty.
Aspirasi ‘Ekonomi Rumah Tangga’ dan UMKM
Selain masalah infrastruktur fisik, Fetty juga menyoroti jeritan warga mengenai ketahanan ekonomi pasca-pandemi yang masih terasa. Banyak ibu rumah tangga di Bondongan yang memiliki usaha kecil namun terkendala akses modal dan pemasaran.
Beberapa poin solusi yang ditawarkan Fetty dalam kunjungan tersebut meliputi:
Advokasi Program PUMR: Mengarahkan warga untuk mengakses program pemberdayaan UMKM dari Provinsi Jawa Barat.
Peningkatan Keamanan Lingkungan: Merespons permintaan warga terkait pengadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) di beberapa titik gang yang masih gelap.
Kesehatan Ibu dan Anak: Memastikan layanan Posyandu di wilayah Bondongan mendapatkan dukungan sarana yang memadai dari anggaran bantuan provinsi.
Politik Kehadiran: Menjemput Bola
Bagi politisi Fraksi Golkar ini, serap aspirasi adalah momentum untuk melakukan validasi data lapangan. Ia menegaskan bahwa setiap catatan yang diambil dari Bondongan akan menjadi bahan argumen yang kuat saat rapat pembahasan anggaran di Gedung DPRD Jawa Barat.
“Tugas saya adalah menjadi penyambung lidah. Apa yang dikeluhkan warga Bondongan hari ini adalah ‘pekerjaan rumah’ yang harus saya bawa ke Bandung. Kita ingin pembangunan di Jawa Barat itu dirasakan hingga ke gang-gang sempit di Kota Bogor, bukan hanya di jalan protokol saja,” pungkasnya.