Mentawai Dilirik Wisatawan Eropa, Desa Muntei Jadi Etalase Budaya Dunia

Desa Muntei
Desa Muntei (Foto:Dok.Jadesta Kemenpar).
-

Tidak ada video disisipkan.

SUMBAR, TEROPONGMEDIA.ID – Kunjungan kapal pesiar mewah MV Le Jacques Cartier ke Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi sinyal kuat terbukanya peluang baru pariwisata kelas atas di Sumatra Barat. Sebanyak 175 wisatawan mancanegara turun langsung ke Desa Wisata Muntei, Siberut Selatan, Kamis, 15 Januari 2026, dalam rangkaian wisata bahari yang menyasar destinasi otentik dan berkarakter lokal.

Kepala Badan Kesbangpol Sumatra Barat, Mursalim, menyebut kedatangan kapal berbobot hampir 10 ribu GT itu bukan sekadar agenda singgah, melainkan bagian dari pola perjalanan wisata internasional yang mulai melirik Mentawai sebagai pelabuhan budaya alternatif di kawasan barat Indonesia.

“Wisatawan yang datang berasal dari berbagai negara Eropa dan Asia. Mereka mencari pengalaman yang berbeda, bukan destinasi massal, dan Mentawai menawarkan itu,” ujar Mursalim, dikurip dari Sumbar PR, Sabtu (17/1/2026).

Setelah bersandar di perairan Mentawai, rombongan wisatawan langsung diarahkan menuju Desa Wisata Muntei menggunakan 25 unit kendaraan. Desa ini dipilih karena konsistensinya menjaga tradisi leluhur serta pola hidup masyarakat yang masih menyatu dengan alam.

Baca Juga:

Forkomdewi Bali Desak Pemerintah Perkuat Desa Wisata, Tingkatkan Dampak Ekonomi

Interaksi wisatawan dengan warga lokal menjadi nilai utama kunjungan tersebut. Selain menyaksikan Tari Turuk Laggai, para turis diajak melihat langsung aktivitas harian masyarakat, mulai dari kehidupan rumah adat hingga praktik budaya yang masih dijalankan secara turun-temurun.

Menurut Mursalim, model kunjungan singkat namun padat seperti ini merupakan karakter wisata kapal pesiar yang berdampak langsung pada ekonomi lokal, terutama sektor transportasi, seni pertunjukan, dan desa wisata.

Seluruh rangkaian kunjungan, lanjut dia, telah melalui koordinasi lintas instansi dan memenuhi ketentuan pelayaran sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008. Usai agenda budaya, rombongan kembali ke kapal sekitar pukul 17.00 WIB untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Nias.

Pemerintah daerah berharap singgahnya MV Le Jacques Cartier menjadi pintu masuk bagi Mentawai untuk memperkuat posisinya di peta jalur wisata kapal pesiar internasional, sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat lokal.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Haul Akbar Pesantren Cipasung
Ribuan Alumni Siap Hadiri Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Cipasung
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Sosialisasi dan Edukasi di Bandung, KSEI Sampaikan Perkembangan Terbaru Pasar Modal
Gensinimpact
Genshin Impact Account: Faktor yang Membentuk Akun Kuat di Era Modern Teyvat
Euro 2024
Prediksi Skor Belgia vs Tunisia, Setan Merah Incar Modal Positif Jelang Piala Dunia
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Wujudkan Semangat Connecting Happiness, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Berita Lainnya

1

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara
Farhan Utamakan Stabilitas Pelayanan Publik dalam Penataan Kabel Udara