Menjamur di Pusat Kota, Pemkot Bandung Segera Tertibkan Tunawisma

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan operasi penertiban terhadap tunawisma atau “homeless” yang kian marak di kawasan pusat kota, terutama saat lonjakan wisatawan pada masa libur.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan, maraknya aktivitas tunawisma atau homeless terungkap saat dirinya menerima keluhan langsung dari warga ketika melakukan patroli keamanan pada Sabtu lalu. Warga mengeluhkan bau menyengat di sejumlah sudut kota yang belakangan diketahui berasal dari kotoran manusia.

“Tiba-tiba ada yang komplain ke saya, katanya baunya menyengat. Setelah saya patroli, ternyata di banyak pojok ditemukan kotoran manusia,” ujar Farhan.

Menurutnya, kondisi tersebut ditemukan di sejumlah titik strategis pusat kota, seperti kawasan Braga dan Taman Vanda. Bahkan, beberapa gedung kosong di sepanjang Jalan Asia Afrika turut disalahgunakan sebagai tempat buang hajat oleh oknum tertentu.

Menanggapi hal tersebut, Farhan menyebut, solusi yang akan ditempuh bukan sekadar menambah fasilitas toilet umum. Pemerintah Kota Bandung akan lebih dulu melakukan operasi penertiban terhadap homeless dan manusia gerobak yang beraktivitas di kawasan wisata dan pusat kota.

“Solusinya, yang pertama kita lakukan adalah operasi penertiban homeless dan manusia gerobak. Jumlahnya memang cukup banyak,” tegasnya.

Selain penertiban, Pemkot Bandung juga akan melakukan pembersihan menyeluruh di area-area yang selama ini kerap dijadikan lokasi buang hajat, termasuk gedung-gedung kosong dan sudut jalan di pusat kota.

Baca Juga:

Farhan: 100 Ton Sampah Kota Bandung per Hari Sudah Tertangani

Siskamling di Kecamatan Coblong: Farhan Soroti Sanitasi, Air Bersih dan Pengelolaan Sampah Berbasis RW

Penanganan Tunawisma Tertib dan Humanis

Salah seorang tunawisma, Sri (43) mengaku, merantau ke Bandung untuk mencari pekerjaan demi menghidupi anaknya. Namun keterbatasan kesempatan kerja membuatnya terpaksa bertahan hidup di jalanan.

“Saya merantau karena mau cari kerja, tapi susah. Yang penting bisa ngasih nafkah buat anak,” ujarnya saat ditemui di kawasan Saparua, Rabu (14/1/2026).

Sri mengaku saat ini kerap tidur di trotoar dan berpindah-pindah lokasi, seperti di kawasan Jalan Banda dan Jalan Riau.

Ia berharap pemerintah dapat membantu masyarakat kurang mampu, khususnya dalam pemenuhan hak pendidikan anak-anak.

“Harapan saya, pemerintah bisa membantu orang-orang yang enggak mampu, supaya anak-anak bisa tetap sekolah,” katanya.

Sementara itu, Sejumlah warga menilai keberadaan tunawisma di ruang publik, seperti trotoar dan pinggir jalan, menimbulkan ketidaknyamanan serta berpotensi membahayakan.

Syahrul, warga Tubagus Ismail, mengatakan tunawisma yang berada di pinggir jalan dapat mengganggu keselamatan lalu lintas.

“Kalau di pinggir jalan itu rawan, takutnya kenapa-kenapa. Jadi penertiban memang perlu supaya lebih tertib,” ujarnya.

Meski mendukung penertiban, Syahrul berharap langkah tersebut harus dibarengi dengan solusi konkret bagi para tunawisma. Menurutnya, penyediaan hunian terjangkau dan pelatihan kerja menjadi kebutuhan utama.

“Mereka jangan cuma dipindahin. Harus dikasih solusi, misalnya rumah susun, rumah subsidi, atau pelatihan kerja supaya punya penghasilan,” katanya.

Pendapat serupa juga disampaikan Ayu, warga Ciwasta. Ia menyebut kondisi tersebut memengaruhi kesan pertama wisatawan.

“Kalau menurut saya pribadi agak mengganggu, apalagi buat wisatawan. Jadi kesannya kurang bagus karena banyak tunawisma di pinggir jalan,” ujarnya.

Meski demikian, Ayu mendukung rencana penertiban yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung dengan catatan disertai solusi jangka panjang. Ia menyebut perlunya penyediaan fasilitas hunian dan pelatihan kerja.

“Setuju ditertibkan, tapi harus dibarengi dengan pemberdayaan. Dikasih rumah susun, pelatihan-pelatihan, supaya mereka bisa mandiri,” tambahnya.

Pendapat serupa disampaikan Tintin, warga Bandung. Ia menilai persoalan tunawisma bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga masalah sosial yang membutuhkan empati.

“Keindahan kota memang terganggu, tapi kasihan juga mereka. Kalau ditertibkan harus dikasih tempat dan pekerjaan,” tuturnya.

Dampak keberadaan tunawisma juga dirasakan oleh petugas lapangan. Seorang petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengungkapkan, aktivitas tunawisma kerap menghambat proses pembersihan area publik.

“Mengganggu juga pas nyapu, tapi kita tunggu dulu kalau masih ada yang tidur,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat membuka akses pekerjaan bagi tunawisma agar mereka memiliki penghasilan tetap dan tidak lagi bertahan hidup di jalanan.

“Kalau ada kerjaan, dikasih kerjaan. Kasihan, apalagi yang bawa anak,” ujarnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

christian sugiono
Christian Sugiono Bantah Selingkuh dengan Hana Hanifah
JAKARTA,TM.ID: Aktor Christian Sugiono diterpa kabar kurang sedap belakangan ini. Suami dari aktris Titi...

2

KIM Berpotensi Bubar
Pengamat Sebut Jika Prabowo-Jokowi Pecah Kongsi, KIM Berpotensi Bubar
JAKARTA,TEROPONGMEDIA.ID –Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan lengser dari jabatannya pada 20 Oktober...

3

Dirlantas Polda Jabar Sidak Bus Pariwisata
Dirlantas Polda Jabar Sidak Bus Pariwisata, Satu Bus Tak Miliki Air Wiper
JATINANGOR, TEROPONGMEDIA.ID — Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Barat (Jabar) melakukan...

4

Beras SPHP
Pemerintah Salurkan 1,3 Juta Ton Beras Murah SPHP Mulai Juli - Desember
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Indonesia resmi melakukan kembali penyaluran beras Program...

5

Ciro Alves Buka Suara
Karena Hal Ini Ciro Alves Belum Bisa Tinggalkan Persib
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kemenangan Persib atas PSS Sleman sepertinya tak bisa dinikmati dengan...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...