Mengupas 6 Fakta Gunung Kerenceng

Gunung Kerenceng
Gunung Kerenceng. (Instagram/explore.jawa.barat)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dengan ketinggian 1.736 meter di atas permukaan laut (Mdpl), Gunung Kerenceng yang terletak di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat jadi tempat ideal untuk pendakian para pecinta alam.

Gunung Kerenceng lebih populer di kalangan pendaki lokal, sedangkan untuk pendaki luar belum banyak yang tahu dan mengekspos gunung ini.

Fakta Menarik Gunung Kerenceng

1. Asal-usul Nama Gunung Kerenceng

Nama “Kerenceng” berasal dari bahasa Sunda. Berdasarkan kamus bahasa Sunda susunan R.A Danadibrata, kerenceng bisa diartikan sebagai gelang kaki yang disusun seperti sate. Nama ini mungkin merujuk pada suara yang dihasilkan dari pergerakan benda seperti loceng atau gelang kaki.

Gunung ini juga populer sebagai tempat tinggal Eyang Panggung Jaya Kusumah, seorang leluhur yang diyakini sebagai pendiri kampung di sekitar gunung. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai asal-usul pasti dari nama Gunung Kerenceng.

2. Puncak Berbentuk Segitiga

Keunikan lain dari Gunung Kerenceng adalah bentuk puncaknya yang menyerupai segitiga sama sisi kecil dengan panjang sisi hanya 3 meter. Puncak ini merupakan titik bertemunya tiga punggung gunung yang sempit.

Di sekitar puncak utama, terdapat puncak lainnya seperti Puncak Pangukusan dengan ketinggian 1.558 Mdpl dan Puncak Kareumbi yang mencapai 1.685 Mdpl.

3. Fasilitas Menginap dan Berkemah

Pendakian ke Gunung Kerenceng dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat, hanya sekitar 2-3 jam untuk naik dan 2 jam untuk turun. Akses dari Jakarta dan Bandung cukup mudah dengan transportasi umum.

Pendaki bisa menggunakan bus Primajasa menuju Tasikmalaya atau Garut dan turun di Cicalengka, kemudian melanjutkan perjalanan dengan ojek menuju jalur Sindulang.

Bagi yang ingin menginap, terdapat pilihan akomodasi seperti Pondok Wisata Aki & Enin yang berada di ketinggian 850 Mdpl. Tempat ini cukup populer di kalangan wisatawan Bandung.

Selain itu, bagi yang lebih suka berkemah, tersedia area berkemah di dekat kawasan konservasi Gunung Masigit Kareumbi atau penginapan rumah pohon yang berada di sana.

4. Rute Pendakian

Gunung ini memiliki beberapa jalur pendakian, salah satunya adalah jalur Sindulang yang terletak di ketinggian 1.146 Mdpl dan berdekatan dengan kawasan konservasi.

Jalur ini dimulai dari desa terakhir yang dikelilingi ladang sayuran, seperti kubis, kacang-kacangan, dan cabai, sebelum pendaki memasuki hutan pinus.

Jalur lainnya meliputi rute dari Tanjung Wangi yang berada di ketinggian 1.110 Mdpl. Rute ini melewati ladang-ladang pertanian hingga menuju punggung bukit, yang juga digunakan sebagai tempat perkemahan.

5. Gunung yang Menjadi Hulu Banyak Sungai

Gunung ini memiliki peran penting sebagai sumber air bagi beberapa sungai di sekitarnya. Tidak hanya itu gunung ini berbentuk strato atau kerucut dengan cerukan yang menyerupai kawah di bagian baratnya.

Beberapa sungai yang berhulu di Gunung Kerenceng antara lain Sungai Cimanggung, Sungai Cikarobokan, Sungai Cikandang, Sungai Ciguling, Sungai Cijogjog, dan Sungai Cileuleuy.

6. Transportasi 

Untuk mencapai Gunung Kerenceng, wisatawan dapat menggunakan berbagai opsi transportasi. Dari Jakarta atau Bandung, bus Primajasa dengan tujuan Garut atau Tasikmalaya adalah pilihan transportasi umum terbaik.

Wisatawan bisa turun di Cicalengka dan melanjutkan perjalanan menggunakan ojek menuju Desa Jambu Air atau Desa Situhiang, yang merupakan titik awal pendakian. Jarak antara stasiun Cicalengka dengan jalur pendakian sekitar 13 km dengan waktu tempuh sekitar 40 menit.

BACA JUGA: Menikmati Petualangan di Gunung Kerenceng Kabupaten Sumedang

Bagi para pecinta alam, Gunung Kerenceng di Kabupaten Sumedang dapat menjadi alternatif hidden gem yang patut Anda jelajahi, terutama bagi para pendaki dan pecinta alam yang mencari destinasi baru di Jawa Barat.

 

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun