Mengenal Sejarah Perjuangan Rekaman Lagu Indonesia Raya, Teknologi Ikut Andil Kemerdekaan

Mengenal Sejarah Perjuangan Rekaman Lagu Indonesia Raya, Teknologi Ikut Andil Kemerdekaan
Ilustrasi - Piringan Hitam. (Pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Sudah tahu bagaimana sejarah perjuangan Pahlawan dalam merekam Lagu Indonesia Raya kala itu? Simak selengkapnya di sini!

Melalui teknologi, ragam peristiwa dan materi bersejarah dapat terekam, tersimpan, dan kini bisa kita pelajari serta lestarikan.

Salah satu teknologi yang menjadi saksi kemerdekaan Republik Indonesia adalah sebuah piringan hitam atau vinyl semata. Di dalam sebuah piringan hitam, salinan rekaman lagu Indonesia Raya tersimpan.

Perjuangan Merekam Lagu Indonesia Raya

Sejarah piringan hitam berisi salinan rekaman Indonesia Raya itu berawal saat WR Soepratman melantunkan lagu tersebut dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Kala itu, lagu tersebut lantunannya menggunakan biola.

Setelah melantunkan “Indonesia Raya” di hadapan kongres, WR Soepratman mendatangi kawannya, Yo Kim Tjan, pengusaha sekaligus importir piringan hitam di Jakarta. Keduanya menjalin pertemanan karena bernaung di satu kelompok orkestra yang sama.

Kedatangannya WR Soepratman, tak lain untuk meminta bantuan terkait proses perekaman lagu Indonesia Raya. Namun, perjuangan untuk merekam Kebangsaan tersebut tidaklah gampang.

Yo Kim Tjan kemudian mengajak WR Soepratman untuk merekam lagu Indonesia Raya di perusahaan perekaman asing.

Berdasarkan sumber terpercaya, WR Soepratman dan Yo Kim Tjan beberapakali mengunjungi beberapa industri rekaman asing.

Nihil, upaya keduanya tidak berjalan lancar bahkan menemui jalan buntu. Mereka tak mendapatkan perusahaan yang bersedia merekam lagu ciptaan WR Soepratman itu.

Baca Juga : Google Ikut Rayakan Hut RI ke-78 Hari Ini

Akhirnya, Yo Kim Tjan berfikir harus melakukan perjalanan keliling Eropa untuk merekam lagu Indonesia Raya ke dalam piringan hitam.

Dalam perjalanannya, Yo Kim Tjan membeli alat rekaman. Selain untuk merekam lagu Indonesia Raya, saat itu alat tersebut juga rencananya akan digunakan perusahaan Yo Kim Tjan di Indonesia.

Usai  Yo Kim Tjan berkeliling dari Eropa, perekaman lagu Indonesia Raya akhirnya dimulai. Sejumlah kendala juga harus mereka hadapi selama proses perekaman menggunakan alat milik Yo Kim Tjan.

Meskipun demikian, proses perekaman lagu Indonesia Raya dalam piringan hitam akhirnya terselesaikan. Saat itu, rekaman lagu tersebut menggunakan format instrumental, dibawakan oleh orkestra yang dipimpin WR Soepratman tanpa syair.

Pada tahun 1957, Yo Kim Tjan menyerahkan piringan hitam yang memuat rekaman pertama lagu “Indonesa Raya” kepada Djawatan Kebudayaan RI. Yo Kim Tjan tutup usia pada 21 Oktober 1968.

Diamankan demi Kemerdekaan Indonesia

Dokumentasi sejarah itu sebelumnya diamankan oleh Yo Kim Tjan sesuai amanat dari WR Soepratman sebelum meninggal pada 1938.

“Tolong dijaga, Pak Yo. Ini untuk kemerdekaan kita,” wasiat WR Supratman, mengutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, didasarkan pada cerita Udaya Halim, pemilik Museum Benteng Heritage, Tangerang.

Sayangnya, piringan hitam bersejarah itu beserta salinannya kemudian disita oleh Jend A.W.S Mallaby.

Pada tahun 1950, Presiden Soekarno meminta Belanda mengaransemen lagu Indonesia Raya karya WR Soepratman menjadi versi mars seperti yang kita nyanyikan  saat ini.

Ketika ditelusuri oleh Udaya Halim, pemilik Museum Benteng Heritage di Tangerang, salinan lagu “Indonesia Raya” ternyata disimpan dan dibawa kemana pun Yo Kim Tjan pergi mengungsi.

Hal ini dinyatakan Udaya Halim setelah menemui Kartika, anak dari Yo Kim Tjan, yang masih memegang salinan lagu “Indonesia Raya” versi keroncong.

Kini, salinan lagu “Indonesia Raya” itu sudah diperbanyak dan salah satunya disimpan di Museum Benteng Heritage di Tangerang.

Demikian sepenggal kisah bersejarah terkait perjuangan merekam lagu Indonesia Raya semoga menambah wawasan kebangsaanmu, Merdeka!!!

 

(Aziz/Usamah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
Pemain Timnas Indonesia Persib
Timnas Indonesia Dibayangi Persaingan Selisih Gol, John Herdman Harus Benahi Lini Serang
IMG-20260928-WA0007
Pancasila dalam Genggaman, Ribuan Pelanggan PLN Majalaya Ikut Jaga Transparansi lewat SwaCAM
Polri di Bawah TNI dan Kemendagri
2.373 Personel Gabungan Amankan Indonesia vs Malaysia di GBK, Pengamanan Diperketat
IMG-20260926-WA0021
Jokowi Puji PSI Kota Bandung, Dorong Kader Aktif di Masyarakat
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
bank bjb UPI
bank bjb dan UPI Berkolaborasi Perluas Manfaat bagi Civitas Akademika dan Masyarakat