Mengenal Keasrian Budaya Lokal Sunda di Kampoeng Kawangi

Kampoeng Kawangi Adat Sunda
Kampoeng Kawangi Adat Sunda. (dok. gmaps)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kampoeng Kawangi atau banyak yang mengenalnya sebagai Kampung Kawangi, ialah sebuah rumah adat Sunda yang menyajikan keasrian lingkungan dan kearifan lokal daerah setempat.

Rumah kampung Kawangi ini berada di Dusun Talun, Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Terdapat tiga keunggulan yang ditawarkan, jika Anda berkunjung ke Kampung Kawangi.

Tiga keunggulan tersebut ialah kuliner Sunda yang lezat, panorama alam yang memukau, dan kebudayaan lokal yang membangkitkan nostalgia.

Rumah ini merupakan contoh klasik rumah panggung yang berada di tengah hamparan sawah seluas sekitar tiga hektar denganberbagai jenis tanaman holtikultura.

Struktur dan Fasilitas

Rumah panggung utama Kampoeng Kawangi berukuran 5×7 meter, sudah lengkap dengan berbagai pernak-pernik dari masa lalu, seperti hawu (tungku tradisional), jamban bambu, alat tumbuk padi, serta pakaian khas Sunda.

Struktur rumah bangunan ini terdiri dari kayu dan bambu, memberikan nuansa nostalgia dan suasana perkampungan yang asri, jauh dari kebisingan kendaraan dan polusi udara.

Di sekitar rumah panggung terdapat halaman luas, sehingga cocok untuk berbagai aktivitas, seperti bermain anak-anak atau kemping.

Selain itu, terdapat kolam ikan yang berisiberbagai jenis ikan, memungkinkan pengunjung untuk memancing dan kemudian memasak hasil tangkapan mereka.

Aktivitas di Kampoeng Kawangi

Pengunjung yang ingin menikmati Kampoeng Kawangi harus melakukan reservasi terlebih dahulu. Kampoeng Kawangi dapat menampung maksimal 10 orang dalam satu rombongan.

Tempat ini terbuka untuk kunjungan dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, dan pengunjung tidak perlu membayar biaya masuk. Aktivitas yang bisa Anda lakukan di sini antara lain:

1. Memancing

Kolam ikan yang tersedia memungkinkan pengunjung untuk memancing dan menikmati hasil tangkapan mereka.

2. Pengolahan Padi

Pengunjung dapat melihat dan belajar bagaimana cara mengolah padi hingga menjadi nasi yang bisa dimakan. Jika bertepatan dengan waktu panen, pengunjung bisa ikut serta dalam proses panen padi.

3. Kegiatan Pertanian

Pengunjung bisa belajar menanam dan merawat padi, termasuk kegiatan menyiangi atau membersihkan rumput di sawah.

Kuliner Khas Sunda

Di Kampoeng Kawangi, pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan khas Sunda yang segar dan tradisional. Beberapa hidangan yang dapat Anda nikmati yaitu:

  • Ikan dan Ayam Kampung: Ikan hasil tangkapan dari kolam dan ayam kampung segar yang dipotong langsung.
  • Sayuran dan Lalapan: Pengunjung dapat memetik sendiri sayuran dan lalapan yang tersedia.
  • Nasi dari Beras Merah: Berisi sambal mentah dadakan, jengkol goreng, ikan asin panggang, tahu dan tempe goreng, serta tumis genjer dengan oncom.
  • Minuman Tradisional: Teh hangat disajikan dalam poci seng khas zaman dahulu, lengkap dengan cangkir seng bercorak loreng.
  • Makanan Ringan: Sambil menunggu nasi matang, pengunjung dapat mencicipi makanan ringan seperti singkong tabur kelapa atau umbi rebus.

Foto dan Selfie

Kampoeng Kawangi juga menjadi lokasi yang ideal untuk berfoto ria. Pengunjung dapat mengambil foto dengan latar belakang sawah atau fasilitas rumah panggung yang bersejarah.

Selain itu, pengunjung bisa mencoba mengenakan pakaian khas Sunda yang tersedia untuk pengalaman yang lebih autentik.

Akses ke Kampoeng Kawangi

Untuk mencapai Kampoeng Kawangi, pengunjung yang membawa kendaraan harus memarkir kendaraan mereka di pinggir jalan atau menitipkannya di pekarangan penduduk Dusun Talun.

Dari jalan raya yang menghubungkan Tanjungsari dan Cijambu, pengunjung harus berjalan sekitar 150 meter (sekitar 10 menit) menyusuri aliran irigasi dan pematang sawah untuk sampai ke lokasi.

BACA JUGA: Menilik Sejarah dan Ciri Khas Wisata Kampung Adat Ciptagelar Sukabumi

Tujuan mendirikan kampoeng kawangi ini, untuk mengedukasi masyarakat mengenai adat sunda tempo dulu agar tidak tersingkirkan oleh kemajuan teknologi.

Tidak hanya itu, adanya tempat ini juga untuk mempelajari dan menghargai kekayaan budaya Sunda melalui kunjungan ke Kampoeng Kawangi.

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
tangerang-10k
Menabung di bank bjb Semakin Mudah Dapatkan Tiket Lari Tangerang 10K
WhatsApp Image 2026-07-20 at 12.15
Kasus Judi Online di Bojongloa Kaler Tinggi, Farhan: Penanganan Dimulai dari Keluarga
WhatsApp Image 2026-07-20 at 21.01
KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan
Tas Eiger
Semua Tas Eiger Garansi Seumur Hidup, Dibuat Presisi dari Tenaga Terampil dan Mesin Canggih
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
IMG-20260720-WA0002
Komisi II DPRD Kota Bekasi Tinjau Pembangunan Wisata Air Kalimalang, Pastikan Berjalan Sesuai Perencanaan
IMG-20260720-WA0001
Komisi III DPRD Kota Bekasi Tinjau Aset PDAM dan Evaluasi Kinerja PT Migas untuk Optimalkan PAD
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025