Mengenal Buddha, Perjalanan Spiritualitas Sidharta Gautama

Sidharta Gautama
Sidharta Gautama. (Instagram/yojalanjalandab)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sidharta Gautama, seorang bayi laki-laki yang lahir pada tahun 586 SM, di sebuah wilayah subur, Kapilavastu. Ia lahir dari sebuah kerajaan yang cukup terkenal pada masa itu.

Hidup dan besar di dalam istana yang mewah dengan segala fasilitasnya, Sidharta Gautama menikah pada usia 16 tahun dengan Yoshordara.

Ia menikahi perempuan dari keturunan raja, dan dari pernikahan tersebut lahirlah seorang putra bernama Rahula. Keluarga kecil ini hidup bahagia, dalam lingkungan istana.

Awal Pencarian Spiritual

Salah satu kebiasaan Sidharta Gautama adalah belajar dari berbagai guru. Pada usia 29 tahun, ia mulai memasuki kajian spiritual, termasuk mendalami makna kehidupan dan kematian.

Ia kemudian meninggalkan istana, berkelana di hutan belantara yang penuh dengan binatang, burung, dan pepohonan. Di sana, ia menyelami arti kehidupan bersama alam yang masih asli pada waktu itu.

Kehidupan di Hutan Belantara

Di hutan belantara, Sidharta Gautama bertemu dengan sejumlah biara atau biksuka (sannyasins) yang menghabiskan hidup dalam kesunyian alam untuk meraih kebebasan spiritual yang disebut Moksha.

Dari mereka, ia mendapatkan pelajaran kearifan khusus, sehingga semakin merasakan kedamaian alam semesta.

Ia menghabiskan hari-harinya belajar dari alam dan berdiskusi dengan beberapa resi yang telah lama menjalani kehidupan meditatif di alam terbuka itu.

Pengalaman Mistis dan Pencerahan

Sebagai anak yang cerdas, ia terus bermeditasi dan mendalami arti kehidupan. Pada suatu pagi, ia mengalami pengalaman mistis yang menarik.

Ia melihat cahaya misteri yang mengajarinya berbagai kearifan, sebagaimana tercantum dalam Dhammapada, salah satu kitab penting dalam agama Buddha.

Sidharta Gautama kemudian menjadi sosok penting dalam agama Buddha, bahkan ada yang mengatakan lebih mulia daripada dewa, tetapi tetap sebagai manusia, bukan dewa atau Tuhan.

Konsep Ketuhanan dalam Agama Buddha

Konsep ketuhanan YME dalam agama Buddha berbeda dengan agama-agama lain, khususnya agama-agama samawi (Abrahamic religions).

Dalam kitab Sutta Pitaka, Udana VII, dijelaskan bahwa Tuhan YME dalam bahasa Pali adalah Atthi Ajatam Abhutam Akatam Asamkhatam, subjek yang dipersepsikan sebagai Tuhan yang tidak dilahirkan, tidak dijelmakan, tidak diciptakan, tetapi keberadaan-Nya Maha mutlak.

Kemahaesaannya tanpa “aku” (anatta), tidak dapat dipersonifikasikan, dan tidak dapat digambarkan dalam bentuk apapun.

Peran Meditasi dan Konsep Kebebasan

Keberadaannya tidak berkondisi (asankhata), berbeda dengan makhluk seperti manusia yang berkondisi (sankhata).

Manusia yang berusaha mencapai kebebasan dari lingkaran hidup yang penuh kesengsaraan (samsara) harus aktif bermeditasi, yaitu perenungan suci terhadap hakikat alam semesta.

Dalam kitab suci Tripitaka dijelaskan bahwa tidak hanya konsep ketuhanannya yang berbeda, tetapi juga konsep asal-usul alam semesta, manusia, kiamat, dan keselamatan.

Nonteisme dalam Agama Buddha

Konsep ketuhanan dalam agama Buddha lebih bersifat nonteistik, yakni tidak menekankan keberadaan Tuhan Sang Pencipta, tetapi bagaimana mengejawantahkan sifat buddhisme.

Buddha Gautama tidak dilukiskan sebagai Tuhan, tetapi sebagai pembimbing yang menunjukkan jalan menuju Nirwana.

Buddha Gautama jarang menyebut kata Tuhan, tetapi lebih menekankan pentingnya kesucian perilaku dalam menjalani kehidupan.

Pragmatisme dan Etika dalam Agama Buddha

Mungkin karena alasan ini, ahli perbandingan agama melihat agama Buddha lebih menonjol sebagai ajaran moral.

Beberapa khotbah Buddha Gautama cenderung menunjukkan bahwa penyembahan kepada banyak Tuhan atau Dewa Dewi membebani kebebasan manusia, meskipun masih ada pengakuan terhadap Brahma sebagai Tuhan.

Buddha Gautama pernah membiarkan Tuhan menjadi pencipta, tetapi manusia harus memelihara kesucian ciptaan Tuhan. Kesempurnaan kesucian adalah inti ketuhanan, dan kesucian itu harus ada pada setiap manusia.

Tujuan Akhir dalam Agama Buddha

Bagi agama Buddha, tujuan akhir hidup manusia adalah mencapai kebuddhaan (annutara samyak sambodhi) atau pencerahan sejati di mana batin manusia tidak lagi mengalami proses tumimbal lahir.

Manusia tidak memerlukan bantuan dari pihak lain, termasuk Dewa-Dewi. Jika ingin selamat, manusia harus menjelmakan sifat dan sikap kebuddhaan dalam dirinya.

Namun, Buddha sendiri bukan Tuhan dan tidak pernah diklaim sebagai Tuhan oleh pengikutnya.

Kolaborasi dengan Agama Lain

Agama Buddha tidak menekankan peran Tuhan sebagaimana agama-agama besar lainnya.

Agama Buddha lebih menekankan “pragmatisme”, mengutamakan tindakan cepat dan tepat yang diperlukan untuk menyelamatkan hidup seseorang yang mengalami masalah.

Oleh karena itu, budi pekerti selalu menjadi hal yang substansial dalam agama Buddha. Kolaborasi dengan agama lain mudah karena agama Buddha tidak memiliki sistem birokrasi spiritual yang rumit.

Keselarasan dengan Pancasila

Umat Buddha Indonesia tidak pernah bermasalah dengan redaksi Pancasila, terlebih pada sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.

BACA JUGA: Mengenal Pantangan Tradisi Thudong Jelang Hari Waisak Umat Buddha

Meskipun agama Buddha tidak banyak menyinggung Tuhan dalam misi ajarannya, tak seorang pun warga penganut agama Buddha mengingkari keberadaan Tuhan.

Hal tersebutlah yang menjadikan komunitas penganut Buddha dengan agama lain, mudah cair.

 

(Vini/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

christian sugiono
Christian Sugiono Bantah Selingkuh dengan Hana Hanifah
JAKARTA,TM.ID: Aktor Christian Sugiono diterpa kabar kurang sedap belakangan ini. Suami dari aktris Titi...

2

KIM Berpotensi Bubar
Pengamat Sebut Jika Prabowo-Jokowi Pecah Kongsi, KIM Berpotensi Bubar
JAKARTA,TEROPONGMEDIA.ID –Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan lengser dari jabatannya pada 20 Oktober...

3

WhatsApp Image 2026-08-19 at 19.20
KKN 269 UIN Bandung Resmikan Rocket Stove, Penyelesaian Masalah Sampah di Cianjur
CIANJUR, TEROPONGMEDIA.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 269 Universitas Islam Negeri...

4

Serukan Penyampaian Aspirasi Damai, Sri Sultan Hamengku Buwono X  Temui Massa
Serukan Penyampaian Aspirasi Damai, Sri Sultan Hamengku Buwono X  Temui Massa
YOGYAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono...

5

Reaksi Tak Terduga Bojan Hodak Saat Disinggung Soal Penampilan Persis Solo
Plus Minus Penundaan Liga 1 di Mata Bojan Hodak
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Penundaan sementara kompetisi Liga 1 2023/2024 rupanya disikapi berbeda...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...