Manifes KMP Tunu Pratama Jaya Tidak Valid, Barang Ditemukan Tapi Nama Tak Terdaftar

KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam-3
(Basarnas)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Data manifes penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali diduga tidak valid.

Banyak keluarga korban mengaku tak menemukan nama anggota keluarga mereka dalam daftar penumpang resmi, meskipun meyakini korban berada di kapal tersebut.

Salah satu keluarga yang mengalami hal ini adalah Ari Susanto (26), adik dari Ahmad Rifai (34), seorang sopir travel asal Banyuwangi yang hingga kini belum ditemukan.

Barang-barang pribadi Ahmad Rifai, seperti tas ransel kecil berisi baju, celana hitam, buku nikah, kartu keluarga, buku tabungan, dan alat mandi, ditemukan oleh petugas. Namun, nama Ahmad Rifai tidak tercatat lengkap dalam manifes.

Ari menjelaskan kakaknya selalu memberi kabar setiap kali bepergian ke Bali karena bekerja di Denpasar. Kecurigaan Ari semakin kuat ketika tak bisa menghubungi kakaknya usai mendengar kabar kapal tenggelam dari sesama sopir travel. Ia pun langsung menuju Pelabuhan Gilimanuk untuk mencari informasi.

Tak hanya Ahmad Rifai, dari enam korban meninggal yang berhasil dievakuasi, hanya satu yang tercatat dalam manifes, yaitu Eko Satrio.

Baca Juga: 

Gibran Hari Ini Tinjau Langsung Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya

KMP Tunu Pratama Jaya Belum Juga Ditemukan, Tim SAR Kerahkan Regu Penyelam ke Selat Bali

Di tengah ketidakjelasan data penumpang, seorang petugas Jasa Raharja kantor wilayah Bali yang enggan disebutkan namanya memastikan bahwa santunan akan diberikan kepada seluruh korban. Baik yang namanya tercatat dalam manifes maupun tidak.

Untuk korban meninggal dunia, santunan yang diberikan sebesar Rp 50 juta. Sementara itu, biaya pengobatan bagi korban luka-luka maksimal Rp 20 juta.

Jasa Raharja juga akan proaktif dengan jemput bola kepada ahli waris sesuai domisili untuk klaim asuransi korban meninggal, khususnya bagi korban yang berasal dari Bali.

Sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk di perairan Selat Bali, Rabu (2/7/2025) malam. Tragedi tersebut diduga kapal mengalami kebocoran di ruang mesin.

KMP Tunu Pratama Jaya dalam manifestnya tercatat mengangkut 53 penumpang dan 12 kru. Kapal ini juga membawa 22 kendaraan, termasuk 14 truk tronton. Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi terhadap seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK).

(Anisa Kholifatul Jannah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

3

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City