Makin Canggih, ChatGPT Mampu Respon Perintah Suara dan Gambar

ChatGPT OpenAI
Salah satu teknologi kecerdasan buatan yang paling banyak digunakan saat ini adalah ChatGPT. (Ilustrasi: utmj).
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA,TM.ID: Salah satu teknologi kecerdasan buatan yang paling banyak digunakan saat ini adalah ChatGPT. Bot AI ini telah menghadirkan revolusi dalam kehidupan sehari-hari dengan menyediakan solusi dan informasi dengan cepat dan efisien kepada pengguna. Akses ke ChatGPT juga semakin mudah berkat konektivitas internet yang semakin luas.

Baru-baru ini, perusahaan yang mengembangkan ChatGPT, OpenAI, telah melakukan perkembangan signifikan pada teknologi ini. Kini, ChatGPT tidak hanya menerima perintah tertulis seperti mesin pencarian, tetapi juga mampu merespons perintah suara dan gambar.

OpenAI mengumumkan fitur baru yang sangat dinantikan, yaitu kemampuan ChatGPT untuk menerima perintah melalui suara. Fitur ini akan tersedia dalam dua minggu mendatang dan dapat dinikmati oleh pengguna iOS dan Android. Namun, perlu diingat bahwa fitur ini hanya tersedia untuk versi premium atau berbayar dari ChatGPT.

Cara kerja fitur suara ini hampir mirip dengan asisten virtual seperti Alexa atau Google Assistant. Ketika pengguna memberikan perintah suara, ChatGPT akan mengonversi suara tersebut menjadi teks. Teks ini kemudian diproses oleh model bahasa besar dalam sistem pemrograman, yang selanjutnya mengubahnya menjadi suara yang merespons perintah pengguna.

Saat banyak asisten virtual lain memiliki suara yang terdengar seperti robot, ChatGPT menawarkan lima pilihan suara yang berbeda yang terdengar lebih manusiawi. Hal ini membuat interaksi dengan ChatGPT semakin alami.

OpenAI juga bekerja sama dengan Spotify untuk menerjemahkan podcast ke berbagai bahasa. Salah satu inovasi yang menarik adalah penggunaan teknologi suara sintetik untuk menghasilkan versi terjemahan dari podcast. Ini memungkinkan podcast dalam bahasa asli tetap dipertahankan, sementara terjemahannya dibuat dengan suara sintetik yang berkualitas tinggi.

Teknologi suara sintetik ini memang sudah dikenal luas di internet untuk menirukan suara tokoh terkenal. Namun, akurasi tinggi dalam menirukan suara ini juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyalahgunaannya dalam penipuan dan kejahatan.

Untuk mengatasi potensi penyalahgunaan, OpenAI akan menjalankan pengawasan ketat terhadap teknologi suara sintetik yang digunakan dalam ChatGPT.

Selain perintah suara, ChatGPT juga mendapatkan fitur pencarian gambar yang mirip dengan Google Lens. Dengan hanya mengambil gambar, ChatGPT akan mencoba menebak apa yang sedang ingin ditanyakan oleh pengguna. Ini memungkinkan pengguna untuk menanyakan pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang mereka kirimkan.

Namun, seperti fitur suara, fitur pencarian gambar ini juga memiliki potensi baik dan buruk. Penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan isu privasi jika perintah kepada ChatGPT berhubungan dengan informasi pribadi seseorang.

BACA JUGA: OpenAI Perkenalkan Plugin Canva untuk Chatbot AI ChatGPT

OpenAI telah mempertimbangkan baik buruk potensi yang dapat ditimbulkan oleh fitur-fitur baru ini. Oleh karena itu, ChatGPT akan memiliki pembatasan dalam kemampuannya untuk menganalisis dan menyampaikan pernyataan yang berkaitan dengan seseorang atau pernyataan yang terlalu pribadi. Hal ini dilakukan untuk menghindari polemik dan konflik yang dapat muncul akibat efek dari teknologi kecerdasan buatan ini.

Pembatasan ini merupakan langkah yang bijak, terutama dalam mencegah potensi penyalahgunaan teknologi yang ada pada ChatGPT. Dengan mempertimbangkan baik buruk potensi ini, OpenAI berusaha menciptakan lingkungan yang aman dan etis bagi pengguna ChatGPT.

Namun, perlu diingat bahwa dengan semakin berkembangnya teknologi, pengawasan terhadap penggunaan yang benar dan etis akan menjadi tantangan tersendiri, terutama jika ChatGPT menjadi asisten virtual yang multimodal yang dapat melakukan berbagai perintah secara bersamaan.

 

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City