BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) menghadirkan inovasi teknologi berbasis panel surya dan Internet of Things (IoT) untuk membantu pemulihan Desa Mesjid Tuha, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang terdampak bencana. Program ini dirancang untuk mewujudkan desa mandiri energi sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur di wilayah rawan bencana.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari program pengabdian bertajuk Basis Alternatif Nir-emisi Guna Ketahanan Infrastruktur Terbarukan (Bangkit). Melalui program ini, mahasiswa berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menjadikan Desa Mesjid Tuha sebagai percontohan desa cerdas mandiri energi.
Ketua tim mahasiswa, Yuraddin, menjelaskan bahwa inovasi ini dikembangkan untuk menjawab tantangan transisi energi hijau sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur desa setelah bencana.
“Teknologi seperti panel surya dan IoT dapat dimanfaatkan secara langsung untuk menjaga operasional fasilitas vital desa,”ujarnya, dikutip dari laman resmi USK, JUmat (6/3/2026).
Empat Pilar Program “Bangkit”
Program ini dirancang secara terpadu melalui empat pilar utama yang saling mendukung pemulihan desa.
Pertama, kemandirian air bersih berbasis IoT dengan menghadirkan sistem filtrasi reverse osmosis (RO) yang menggunakan energi dari panel surya. Sistem tersebut dilengkapi sensor IoT yang terhubung dengan situs desa sehingga masyarakat dapat memantau ketersediaan air secara real time.
Kedua, mitigasi bencana kelistrikan melalui edukasi dan pemeriksaan instalasi listrik di rumah warga guna mencegah potensi korsleting atau risiko listrik lainnya.
Ketiga, transformasi digital UMKM desa dengan memberikan pelatihan pemasaran digital kepada kelompok ibu PKK agar produk lokal dapat dipasarkan secara daring dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
Keempat, pemulihan hunian warga melalui kegiatan gotong royong untuk memperbaiki lingkungan permukiman yang rusak akibat bencana sehingga kembali aman dan layak huni.
Baca Juga:
Inovasi Mahasiswa UMM, Membuat Sirup Temulawak Pencegah Asam Urat
Apresiasi dari Pemerintah dan Masyarakat
Keuchik Gampong Mesjid Tuha, Dedy Kuesnedy, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan mahasiswa sangat membantu masyarakat yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.
Ia menyebut kehadiran program ini tidak hanya menghadirkan solusi teknologi, tetapi juga menumbuhkan kembali semangat warga untuk membangun desa.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga memberikan apresiasi atas inovasi tersebut. Pemanfaatan energi terbarukan yang dipadukan dengan digitalisasi dinilai sejalan dengan visi pembangunan desa cerdas yang tangguh menghadapi bencana di masa depan.
Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa lain dalam memanfaatkan teknologi energi terbarukan dan sistem digital untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap krisis maupun bencana.








