Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Kelompok 3 PPM Hidupkan Desa Cibeet: Sekam Jadi Berkah, Posyandu Jadi Mandiri

Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana
Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana (ist)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — 15 November tepatnya pada hari Sabtu pagi di RW 02 Desa Cibeet, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, menjadi saksi lahirnya gerakan sosial yang mengubah wajah
desa.

Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana, Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat , khususnya Kelompok 3 PPM , mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai pemenuhan tugas project mata kuliah Pengorganisasian dan Pemberdayaan Masyarakat.

Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana
Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana (Ist)

 

Program ini menyatukan tiga aspek penting: ekonomi, lingkungan, dan kesehatan, dengan melibatkan warga, pemerintah desa, dan mahasiswa sebagai fasilitator.

Dari Sekam Menjadi “Arangku Berkah”

Sekam padi yang selama ini dianggap limbah kini bisa di inovasikan menjadi sumber ekonomi baru. Melalui pelatihan teknologi tepat guna, warga RW 02 belajar mengolah sekam menjadi arang sekam dengan metode pirolisis sederhana menggunakan drum bekas yang sebelumnya telah kami rancang.

Selain dari itu juga kami mengajarkan warga bagaimana cara branding produk tersebut supaya terlebih kebun menarik dan keren dan produk ini diberi label “Arangku Berkah”, dipasarkan dengan kemasan menarik, dan mulai dipromosikan melalui media sosial.

Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana
Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana (Ist)

 

Selain menjadi bahan bakar alternatif bagi usaha rengginang dan wajit, arang sekam juga dijual sebagai media tanam organik. Hasilnya, terbentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Arang Sekam RW 02 yang siap menggerakkan ekonomi sirkular desa.

Baca Juga:

Roadshow Suar Mahasiswa Awards 2025 Sukses Digelar di Universitas Bhakti Kencana

Mahasiswa KKN Universitas Bhakti Kencana Gelar Penyuluhan Sanitasi dan Bagikan Tong Sampah di Mandahaji

 

Posyandu RW 02 Kini Mandiri

Di bidang kesehatan, kader Posyandu RW 02 yang sebelumnya baru terbentuk kini telah menjalani pelatihan Lima Langkah Posyandu Layanan Primer (PLP).

Dengan pendampingan tenaga kesehatan desa, kader mampu memberikan layanan pendaftaran, pengukuran, pencatatan, pelayanan gizi, hingga penyuluhan secara mandiri.

Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana
Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana (Ist)

 

Kini, Posyandu RW 02 berdiri sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat, aktif melayani ibu dan anak, serta menjadi contoh posyandu mandiri yang berkelanjutan.

Gotong Royong Jadi Kekuatan

Implementasi program pada Sabtu, 15 November bukan sekadar pelatihan, melainkan perayaan gotong royong. Mahasiswa hadir sebagai fasilitator, pemerintah desa memberi dukungan penuh, dan warga menjadi pelaku utama. Sinergi ini melahirkan semangat kolaborasi yang memperkuat ikatan sosial sekaligus memastikan keberlanjutan program.

Kontribusi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Program Desa Cibeet terbukti mendukung agenda global dan nasional:

  • SDG 12: konsumsi dan produksi berkelanjutan melalui pengelolaan limbah pertanian.

     

  • SDG 3:kehidupan sehat dan sejahtera lewat posyandu mandiri.

     

  • SDG 4:pendidikan berkualitas melalui pelatihan kader.

     

  • Asta Cita 7 & 4: penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal dan peningkatan kualitas SDM.

Acara pengabdian masyarakat ini berjalan dengan sukses dan lancar, disambut dengan antusiasme warga yang sangat baik. Kami dari Kelompok 3 PPM juga memberikan tong bekas yang diinovasikan menjadi teknologi tepat guna kepada warga untuk proses pembuatan arang sekam. Harapannya, alat sederhana ini dapat menjadi modal awal terciptanya usaha baru yang mampu memajukan ekonomi desa.

Sabtu, 15 November menjadi tonggak sejarah bagi RW 02 Desa Cibeet. Dari sekam padi yang dulu dianggap limbah hingga posyandu yang mulai diperkuat, masyarakat menunjukkan bahwa inovasi sederhana bisa melahirkan perubahan besar.

Kehadiran mahasiswa Universitas Bhakti Kencana, Prodi S1 Kesehatan Masyarakat, Kelompok 3 PPM, dalam pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa dunia akademik mampu bersinergi dengan masyarakat untuk menciptakan desa mandiri dan berkelanjutan.

Penulis:
Muhammad Faiz Abdurrahman,
Prodi S1 Kesehatan Masyarakat, Universitas Bhakti Kencana

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City