Mahasiswa ITS Tawarkan Skrining TBC Lewat Deteksi Suara Batuk Berbasis AI

Ilustrasi (Pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Upaya menekan tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Indonesia mendapat dukungan dari inovasi mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Melalui pemanfaatan kecerdasan buatan, mahasiswa ITS mengembangkan alat deteksi dini TBC berbasis suara batuk yang dirancang untuk mempermudah skrining awal di masyarakat.

Indonesia saat ini masih menghadapi beban TBC yang tinggi dan menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan metode deteksi dini yang cepat, praktis, dan terjangkau menjadi semakin mendesak, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.

Inovasi yang dikembangkan tim mahasiswa ITS ini memungkinkan proses pra-skrining TBC dilakukan hanya melalui perekaman suara batuk. Batuk kronis yang menjadi gejala utama TBC dimanfaatkan sebagai indikator awal, sehingga masyarakat tidak perlu langsung menjalani pemeriksaan medis yang kompleks.

Ketua tim peneliti, Nathania Cahya Romadhona, menjelaskan bahwa sistem berbasis AI ini mampu mengenali pola khas batuk pasien TBC meski direkam dalam kondisi lingkungan yang beragam. Hal ini membuat alat tersebut berpotensi digunakan secara luas oleh kader kesehatan di lapangan.

“Alat ini dirancang agar mudah digunakan sebagai perangkat pra-skrining TB yang portable, sehingga dapat membantu tenaga kesehatan dalam menjaring kasus lebih awal,” ujarnya, dikutip dari laman resmi ITS, Sabtu (3/1/2026).

Baca Juga:

Shredtics, Inovasi Mahasiswa UM: Alat Cacah Plastik Portabel Ramah Lingkungan

Selain meningkatkan akses skrining, perangkat ini juga mendukung integrasi data kesehatan. Sistem perekam suara batuk terhubung dengan basis data rumah sakit, sehingga hasil pra-skrining dapat terdokumentasi dan ditindaklanjuti secara medis.

Berdasarkan uji validasi medis di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), sistem ini menunjukkan tingkat sensitivitas 76 persen dalam mengklasifikasikan batuk tuberkulosis. Capaian tersebut menunjukkan potensi besar inovasi ini sebagai alat bantu deteksi awal, sebelum pasien menjalani pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.

Keberhasilan pengembangan alat deteksi dini TBC ini mengantarkan tim PKM-KC ITS meraih medali emas pada Pekan Ilmiah Nasional Mahasiswa (Pimnas) 2025. Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mempercepat penemuan kasus TBC dan memperkuat upaya pengendalian penyakit menular di Indonesia.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

3

4

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City