Mahasiswa ITB Kembangkan BioKertas dari Limbah Tebu dan Sabut Kelapa

Mahasiswa ITB menciptakan inovasi BioKertas berbahan limbah tebu dan sabut kelapa. Produk ramah lingkungan ini berpotensi menjadi alternatif kertas dan kemasan pangan
BioKertas yang dibuat dari limbah ampas tebu dan sabut kelapa, karya mahasiswa ITB. (Foto:dok.ITB).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mahasiswa Program Studi Teknik Bioenergi dan Kemurgi Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadirkan inovasi kertas ramah lingkungan bertajuk BioKertas yang dibuat dari limbah ampas tebu dan sabut kelapa.

Koordinator tim pengembang, Muhammad Labib Widianto, menjelaskan bahwa BioKertas memiliki keunikan dibandingkan kertas daur ulang pada umumnya, terutama dari sisi bahan baku, karakter tekstur, serta potensi nilai ekonominya.

“BioKertas dibuat dari kombinasi dua limbah organik, yakni ampas tebu dan sabut kelapa, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal,” ujar Labib, dikutip dari laman resmi ITB, Sabtu (20/12).

Dalam proses produksinya, ampas tebu dan sabut kelapa terlebih dahulu dikeringkan dengan bantuan sinar matahari untuk menurunkan kadar air. Setelah itu, bahan dipotong kecil-kecil dan direbus selama sekitar 30 menit. Pada tahap berikutnya, ditambahkan larutan NaOH 3 persen serta alkohol 70 persen sebelum kembali direbus hingga mendidih.

Bahan yang telah matang kemudian ditiriskan dan dihaluskan hingga membentuk bubur kertas atau pulp. Pulp tersebut dicampur dengan larutan pengental berbahan tapioka dan kaolin, lalu dicetak menjadi lembaran kertas.

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa BioKertas dapat digunakan untuk kegiatan menulis dengan pulpen seperti kertas konvensional. Selain itu, produk ini juga berpeluang dikembangkan sebagai bahan kemasan makanan yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga:

Sampah Plastik Terdeteksi Otomatis, Inovasi Mahasiswa UNAIR Raih Best Presentation

Meski demikian, Labib mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam proses pembuatan BioKertas, terutama pada tahap pemasakan yang membutuhkan ketepatan volume air, serta proses pengeringan yang masih bergantung pada kondisi cuaca karena memanfaatkan sinar matahari.

“BioKertas belum melalui uji tarik dan uji ketahanan. Untuk kemasan pangan juga masih perlu pengembangan lanjutan agar materialnya benar-benar aman,” jelasnya.

Ke depan, tim berharap inovasi BioKertas dapat diuji lebih lanjut sehingga siap dikembangkan secara komersial dan menjadi alternatif berkelanjutan bagi industri kertas nasional.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...

2

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

3

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

4

Pria gangguan kejiwaan gantung diri
–=DP[AOJ)(55)—dPD [45]

5

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...